Sunday, April 19, 2020

PEYEK KACANG


Baru buka hp, buka whatshApp ternyata ada sebuah foto peyek dari Om Jay. Tapi peyek yang dikirim ini beda loh dengan peyek-peyek yang dijual dipasar atau di toko.

Kalau orang Gunungkidul biasanya bisa nih buat peyek kacang seperti ini. Made in sendiri. Biasanya dibuat kalau ada acara Rasulan atau biasa disebut bersih desa.

Mudah kok membuat peyek kacang. Kita hanya perlu menyiapkan tepung beras, kacang, dan kelapa. Bumbunya pun cukup dengan garam, bawang putih, kencur.

Jika bahan sudah siap, yang pertama kita haluskan semua bumbu. Setelah itu, buat adonan tepung beras yang di campur dengan parutan kelapa, dan tambah air hingga encer. Selanjutnya, masukkan kacangnya. Goreng deh.

Mudah kan? Sebenarnya tidak harus peyek kacang. Kedelai pun juga bisa dibuat peyek. Masalah rasa jangan ditanya lagi. Apalagi buatan dari Gunungkidul, dijamin maknyuss bakalan ketagihan dehh.

Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari

Saturday, April 18, 2020

MENJADI GURU "MENULIS DAN BERPRESTASI"


Pembelajaran kali ini bersama narasumber yang berasal dari Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Beliau bernama Sigit Suryono, S.Pd, M.Pd guru SMP N 1 Wonosari, Gunungkidul, DIY, Indonesia.

Prestasi lomba yang telah diraih beliau adalah Finalis Lomba Media Pembelajaran KI Hajar Award tingkat Nasional Tahun 2012, Sebagai Salah Satu Peserta Terbaik Literasi Tingkat Nasional 2017, Duta Rumah Belajar Tk Nasional Th 2018 dan Duta Rumah Belajar Terinovatif Th 2018, Penerima Anugrah Gubenur DIY tahun 2018 atas prestasi sebagai Duta Rumah Belajar Terinovatif Thn 2018, dan masih banyak lagi.

Tema yang akan belaiu bawakan adalah “Guru Menulis dan Berprestasi”. Beliau akan membagi pengalaman beliau ketika  menjadi juara 1 guru berprestasi smp tingkat nasional tahun 2015 maupun sebagai duta rumah belajar tahun 2018.

Awal pembelajaran, Beliau bercerita ketika juara 1 Guru berprestasi ingkat Nasional pada Tahun 2015. Untuk mencapai kejuaran tersebut, beliau menyiapkan diri sejak awal saya bekerja di SMP Negeri 1 Wonosari. Tepatnya pada saat itu saya masih CPNS diminta untuk mengikuti kegiatan seleksi simposium tingkat Propinsi  DIY tahun 2006.

Dari simposium tersebut, beliau mulai diminta untuk mengajar Powerpoint, flash, blog, dan lain-lain dari sekolah-sekolah di wilayah kabapaten gunungkidul, lintas mgmp, dan juga diminta untuk menjadi trainer kegiatan di tingkat kabupaten maupun tingkat propinsi.

Beliau juga bercerita banyak ajang lomba yang jajaki. Kegagalan setiap mengirimkan karya, dan proposal berkali-kali. Namun pantang menyerah terus mencari informasi lomba lewat web maupun blog tentang info lomba. jangan tunggu informasi dari dinas karena pasti akan terlambat. Kegagalan-kegagalan yang ada di depan mata saat lomba, bahkan karya terbaik yang beliau buatpun masih kalah dalam lomba. Padalah pada saat itu karya yang beliau membuat lebih baik dari karya peserta lomba lain. "Inilah masalah baru bagi pemain lomba"

TIPS MENGIKUTI LOMBA TINGKAT NASIONAL
Saat kita benar-benar ingin mengikuti lomba tingkat nasional maka kita harus melakukan:
  1. Mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya karya yang akan kita ikut lombkan (kecuali masih tahap awal karena hanya ingin mencoba berhasil/tidak ya gagal/tidak).
  2. Karya yang kita ikutkan dalam lomba bukan karya yang instan, artinya karya yang kita buat tidak maksimal karena hanya membuat karya saat akan ada lomba, namun siapkanlah karya yang dibuat itu jauh hari bahkan mungkin 1 tahun pengerjaan yang di dalamnya ada jiwa dan ruh kita, semangat kita. 
  3. Jika kita lolos ke nasional perlu di lihat kembali apa yang akan dinilai saat kita mengikuti lomba tersebut, apakah karyanya ataukah presentasinya (hal ini sangat penting saat kita mengikuti suatu lomba).
  4. Siapkan diri, pribadi, mental dan juga fokus pada lomba.
  5. Saat presentasi lomba fokus pada materi yang akan kita sampaikan, jangan sampai keluar dan menyimpang dari presentasi yang kita siapkan karena akan banyak memakan waktu.


CARA MENJADI GURU BERPRESTASI
  1. Cari Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi pada tahun penyelenggaraan dilaksanakan jika belum keluar pedomannya dapat menggunakan pedoman pada tahun sebelumnya.
  2. Cermati isi dari pedoman tersebut berkaitan dengan proses penilaian dari tingkat Kabupaten, Tingkat propinsi, dan tingkat Nasional.
  3. Buat portofolio 8 tahun terakhir sesuai dengan ketentuan dari buku pedoman pemilihan guru berprestasi. (kumpulkan semua karya bapak ibu guru yang sudah dibuat selama 8 tahun terakhir, untuk bukti fisik berupa Surat tugas, piagam, dll, diligalisir oleh atasan langsung). Contoh portofolio klik disini 
  4. Persiapkan naskah inovatif dan sesuaikan cara penulisannya sesuai dengan kaidah penulisan masing-masing karya. Tampilkan karya inovasi terbaik yang bapak/ ibu guru miliki dan selalu memperhatikan dari buku pedoman pemilihan guru berprestasi tingkat nasional.[ karya bisa berupa PTK, best practice, maupun penelitian yang lainnya seperti penelitian eksperimen, penelitian R&D, dll] jangan lupa buat presentasinya menggunakan Ms Powerpoint atau yang lainnya.
  5. Buat makalah evaluasi diri mengapa saya layak sebagai guru berprestasi dengan tema dan tata penulisan sesuai dengan ketentuan pedoman guru berprestasi. (jika dalam pedoman tidak ada makalah evaluasi diri maka makalah ini tidak perlu dibuat).
  6. Persiapkan video pembelajaran untuk satu tatap muka yang mencerminkan proses pembelajaran yang benar sesuai dengan RPP yang kita buat. (syarat yang maju ke tingkat nasional)


TAHAPAN-TAHAPAN SELEKSI GURU BERPRESTASI
Kegiatan penilaian di masing-masing jenjang seperti yang sudah saya ikuti pada tahun 2015 meliputi:
Lomba Guru Berprestasi tingkat Kabupaten Gunungkidul:
1.      Test tertulis meliputi Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Profesional
2.   Test Wawancara meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Prefesional, Kompetensi Sosial, dan Kompetensi Kepribadian.
3.      Presentasi dan wawancara Karya Tulis Ilmiah.

Lomba Guru Berprestasi Tingkat Propinsi DIY
1.   Test tertulis meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Profesional
2.  Test wawancara meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Profesional
3.      Psikotest
4.      Presentasi dan wawancara Karya Tulis Ilmiah.

Lomba Guru Berprestasi Tingkat Nasional
1.   Test tertulis meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Profesional
2.  Test wawancara meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Profesional
3.      Psikotest
4.      Presentasi dan wawancara Karya Tulis Ilmiah.

TIPS MENJADI DRB
Jika menjadi DRB maka tip yang harus dilakukan adalah dengan cara mengikuti seleksi Duta Rumah Belajar melalui web http://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id selanjutnya mengikuti seleksi tiap level dari level 1 sampai level 4, dan jangan lupa kita tulis semua aktivitas dan kegiatan kita saat mengikuti seleksi tiap level tersebut di web/ blog kita.

Selanjutnya kita kita melakukan sosialisasi ke sekolah kita dan beberapa sekolah yang ada di sekitar kita jangan lupa tetap di catat dan ditulis serta ada foto ataupun video yang  kita buat dan di publish di web / blog. itu akan berguna saat kita terpilih menjadi DRB karena akan ada seleksi kembali untuk memilih yang terbaik, terinovatif maupun terkreatif. saya mendapatkan yang terinovatif pada saat itu karena semua kegiatan yang saya lakukan tercatat dan bisa ditampilkan pada panitia seleksi DRB. untuk naskah berpractice nanti saya upload berikan linknya

Diakhir pembelajaran, beliau menyampaikan kesimpulan. Jika ingin menjadi guru berprestasi, maka kita harus terus belajar, berkolaborasi, dan berbagi agar ilmu yang dimiliki agar bisa dimanfaatkan oleh orang lain.
“Bekalilah muridmu sesuai dunianya, karena mereka akan hidup di zaman mereka yang sangat berbeda dengan zamanmu. dan jangan lupa Belajar dimana saja, kapan saja, dengan  siapa saja_Rumah Belajar”


Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari

MENGAJAR GAYA MOTIVATOR


Pembelajaran ke enam belas, Om Jay mendatangkan narasumber yang tidak kalah dengan narasumber sebelumnya. Narasumber kali ini bernama Bapak Aris Ahmad Jaya, DVM., MM. beliau merupakan seorang motivator karakter building, trainer, dan coach sekolah unggul di Indonesia. Untuk lebih lengkapnya, profil Pak Aris bisa dikunjungi pada link berikut ini.

Tema pembelajaran pada kali ini adalah “Mengajar Gaya Motifator”. Mengajar gaya motifator biasanya disingkat menjadi MGM. Mengajar dengan gaya ini, bisa dilakukan oleh semua guru. Apalagi jika saat pandemic seperti saat ini. Bisa dibuktikan mana guru yang sudah memiliki gaya mengajar yang baik.

NIAT MENJADI GURU
Pak Agus menjabarkan guru berdasarkan niatnya menjadi dua, yaitu guru betulan dan guru kebetulan. Guru betulan adalah guru yang dari awal memang ingin menjadi pendidik, ingin mengajar, dan memang ingin menjadi guru. Guru jenis ini memang guru yang diidamkan oleh siswanya, karena memiliki energy untuk mengajar dan mampu memberikan energy kepada orang lain untuk menjadi yang lebih baik.

Lalu apa guru kebetulan itu? Guru kebetulan menurut beliau adalah guru yang kebetulan ada lowongan menjadi guru ia mendaftar atau bisa saja kebetulan baru lulus sehingga sambil mencari pekerjaan yang cocok seseorang melamar menjadi guru. Guru kebetulan ini banyak ditemukan di masyarakat sekitar.

Lalu bagaimanakah anda? Termasuk guru betulan atau guru kebetulan? Sebenarnya menjadi guru kebetulan itu bisa jadi guru betulan. Asalkan, seseorang itu bisa berubah, meluruskan niat, dan belajar untuk menjadi guru betulan. Jika kita sebagai guru betulan atau guru kebetulan ketika menerima profesi ini dengan baik, maka kita akan mendapatkan buah yang manis.

MASUK GURU MANAKAH DIRUMU?
Berdasarkan kinerja, Pak Agus membagi menjadi tiga tipe guru. Tipe guru tersebut adalah “Nyasar, Bayar, dan Sadar”. Guru nyasar adalah guru yang tidak memiliki tujuan, tidak memiliki arah, dan guru yang menyesatkan. Hal ini dapat dilihat ketika seorang guru dibenci oleh siswanya. Guru tipe ini, tidak memiliki energy dalam mengajar, tidak memiliki target, dan guru yang tidak disukai oleh siswanya. Apabila ia mengajar, maka siswa akan merasa jenuh dan merasa pembelajaran yang berjalan sangat lama.

Tipe guru yang kedua adalah Guru Bayar. Guru ini adalah guru yang energinya tergantung dengan finansial. Guru dapat bekerja jika tanggal muda, atau setelah uang sertifikasi cair. Tipe ini merupakan guru yang bekerja karena uang sehingga energy yang dimiliki tidak konsisten.

Tipe yang terakhir adalah  Guru Sadar. Tipe guru sadar ini biasanya menjadikan siswanya mencintai dirinya, mencintai pelajarannya, dan mencintai kehidupannya. Guru dengan tipe ini bisa membuat siswanya berubah atau sadar dengan kata-kata yang diungkapkannya. Guru sadar adalah guru yang mampu menjadi motivator yang baik bagi siswanya, yang berangkatnya dinantikan dan pulangnya dirindukan.

PERAN GURU
Menurut Pak Agus, ada empat peran guru yang harus dilakukan. Peran yang pertama adalah mengajar. Sesuai dengan Undang-undang Guru dan Dosen, salah satu tugas guru adalah megajar. Selain itu guru juga harus bisa mendidik. Jadi, peran yang kedua ini adalah mendidik. Untuk peran yang ketiga yaitu menginspirasi, dan keempat adalah menggerakkan.

Keempat peran yang ada, harus dilakukan dengan seimbang. Tidak hanya peran mengajar saja yang ditonjolkan. Karena jika guru hanya focus pada mengajar, maka guru itu akan kalah dengan siswanya. Karena, siswa saat ini, bisa belajar melalui internet dan teknologi yang ada. Sehingga, tanpa adanya guru untuk mengajar, siswa mampu belajar secara mandiri.

Seorang guru tidak hanya mampu mengajar saja, namun guru harus mampu mendidik. Cara yang tepat dilakukan guru untuk mendidik dengan baik adalah dengan guru mampu menjadi idola dari siswanya. Idola yang dimaksud adalah guru mampu menjadi teladan dan patut dicontoh oleh siswanya. Jika kita masuk kedalam ranah mendidik, maka kita harus mampu menyelipkan nilai-nilai yang positif bagi siswa, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari. Misalnya nilai kejujuran, kedisiplinan, kerjasama, menolong, dan lain sebagainya.

3 LANGKAH MENGAJAR GAYA MOTIVATOR
Jika lima langkah ini bisa kita lakukan, Pak Agus menjamin kita sebagai guru akan dicintai, dan dirindukan oleh siswa kita. Lima langkah tersebut adalah sebagai berikut.

A.    Jadilah guru yang menarik dan menyenangkan
Supaya menjadi guru yang menarik maka harus bisa terlihat menarik oleh orang lain. Sedangkan, menyenangkan dimulai dengan apa yang dirasakan. Ketika pandangan pertama siswa telah menyukai guru, maka kita sudah masuk kedalam daya tarik. Jika daya tarik sudah kita miliki, maka kita tinggal mengubah cara sehingga kita bisa menyenangkan.

Supaya dapat menyenangkan, maka kita harus bisa memahami terlebih dahulu. Memahami yang dimaksud adalah memahami karakter siswa, kemampuan siswa, ataupun latar belakang siswa. Kita juga harus memahami bahwa siswa itu berbeda dengan kita. Kita tidak boleh menyamakan presepsi kita dengan mereka.

Supaya siswa dapat membuka diri untuk kita, maka kita harus melakukan hal berikut.
  1. Masuk kekelas, untuk memulai pembelajaran dengan senyum. Senyum ini bisa kita buat senyum 1225 (1 dari hati, 2 cm kekanan, 2 cm kekiri, cukup 5 detik).
  2. Menyapa dengan salam yang berbeda.
  3. Memberikan simulasi-simulasi sederhana. Simulasi ini misalnya, sebelum pembelajaran dimulai bisa menyisipkan game-game sederhana. Game-game ini bisa dilihat pada link disini.
  4. Memberikan apresiasi kepada siswa. Apresiasi dilakukan tidak hanya ketika penerimaan rapor saja, tetapi didalam proses pembelajaran juga harus dilakukan.


B.     Temukan Titik Lebihnya, dan Motivasilah Melalui Kelebihannya
Menrutu beliau, apabila kita telah menemukan sisi positif, kelebihannya, dan kegemarannya, maka motivasilah dengan baik. Sehingga anak tersebut akan menjadi anak yang luar biasa. Kita sebagai guru seharusnya memberikan kelonggaran bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minatnya.

Jangan nilai siswa dari hal negatifnya. Cobalah temukan hal positif yang ia miliki. Jika kita sudah menemukan hal positif, maka kembangkan hal positif itu, beri motivasi dan apresiasi. Maka siswa itu akan menerima kita dengan baik.

Tiga langkah melihat nilai tambah dan nilai lebih dari siswa:
1.      Memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk menunjukkan kelebihannya.
2.      Libatkan mereka sebagai pemain bukan hanya sebagai penonton.
3.      Hargai prosesnya bukan hasilnya.

C.    Berikan Label Positif
Menurut Pak Aris, label positif ini bisa diberikan kepada individu maupun keseluruhan yang ada dikelas. Label positif merupakan penilaian positif dari guru. Dengan label ini, maka kita akan membangun presepsi dan rasa positif kepada siswa. Ucapkan label dengan cara berbicara. Misalnya “Kelas ini sangat kompak.”

Pembelajaran diakhiri dengan Pak Aris metivasi kepada guru Indonesia.
“Jadilah guru yang mampu membuat siswa betah dikelas.”
“Jadilah guru yang bisa dicintai, dirindukan, menginspirasi, dan menjadi seorang guru yang menjadi bagian dari sejarah dari siswa kita.”


Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari

Friday, April 17, 2020

WEDANG GULA BATU


Pagi-pagi dikirimin foto ini sama Om Jay. Jadi pengen nulis nih.

"Wedangan gula batu pacitane gorengan disambelke bawang." Biasanya begitu orang gunungkidul menyebutnya. Kebanyakan dipagi hari sebelum bekerja, warga gunungkidul meminum secangkir teh gula batu yang dihidangkan bersama dengan gorengan.

Wedang gula batu dan gorengan memang sangat cocok jika disandingkan. Gorengan yang masih hangat membuat lidah ini tidak berhenti bergoyang. 

Apalagi wedang gula batu ini. Pahit diawal namun manis di akhir. Seperti ibarat kehidupan jika mau sukses harus merasakan pahitnya dulu barulah kita akan merasakan manisnya atau buahnya diakhir perjalanan.

Ah sudah lah. Dari pada membayangkan yuk sini aja, wedangan berdua sambil membahas masa depan. Hihihi

Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari

Thursday, April 16, 2020

KARYA INOVASI DAN KUALITAS DIRI


Pembelajaran menulis online selanjutnya tetap diadakan dari pukul 19.00 WIB. Narasumber pada pembelajaran ini adalah Bapak Tri Agus Cahyono. Beliau merupakan guru di SDN Belik Tepus Gunungkidul. Beliau menjadi narasumber karena beliau pernah meraih juara dalam lomba inovasi pembelajaran inobel tahun 2019 (disini). 
Untuk lebih lengkapnya mengenai profil Pak Tri bisa klik disini

Pembelajaran pada kesempatan kali ini bertema "Karya Inovasi & Kualitas Diri". Pada awal pembahasan Pak Tri  menjelaskan tentang hakikat karya inovasi. Beliau menjelaskan sebuah karya inovasi adalah puncak dari proses belajar seseorang. Sesuai taksonomi Bloom yg telah direvisi oleh Krathwool, ada 6 tahapan berfikir kognitif.
1. Mengingat (C1)
2. Memahami (C2)
3. Menerapkan (C3)
4. Menganalis (C4)
5. Mengevaluasi (C5)
6. Menciptakan (C6)

Dalam taksonomi tersebut Karya inovasi adalah sebuah tahapan puncak dari proses berfikir. Jadi ketika kita menginginkan sebuah karya inovasi yang baik, maka kita tidak boleh melewati tahapan-tahapan tersebut.

Jangan sampai kita berinovasi tapi:
1. Tidak tahu ilmunya
2. Tidak paham maksudnya
3. Tidak pernah menggunakan
4. Tidak bisa menganalisis bagian2nya
5. Tidak bisa menilai kelebihan dan kekurangannya

Jadi intinya jika anda ingin menciptakan karya inovasi maka anda harus belajar menguasai materi keilmuan dari karya tersebut. Menurut beliau Ketika final lomba Karya Inobel yg dinilai bukan sekedar bagaimana karya tersebut atau karya tulisnya tetapi yg paling penting dan lebih utama adalah bagaimana penciptanya/inovatornya yg akan ditelisik oleh dewan juri melalui presentasi dan tanya-jawab.

CARA MENINGKATKAN KUALITAS DIRI
Pak Tri menjelaskan cara kita belajar untuk meningkatkan kualitas diri dan sekaligus menciptakan sebuah karya inovasi adalah dengan bekerja. Belajar kita lakukan pada saat mengajar. Cara belajar paling baik adalah dengan mengajar.

Ketika kita berC1 sd C5 ada sebuah ketika puasan. Setelah kita belajar, mengingat, memahaminya, menerapkannya, menganalisisnya, kita pasti mengevaluasinya (kekurangan dan kelebihan), disitulah rasa ketidakpuasan akan muncul. Dan daya cipta kita sebagai manusia ( kreativitas) akan muncul.

CARA MEMILIH BIDANG INOVASI
Beliau menjabarkan bagaimana kita memilih bidang yg akan kita buat inovasinya. Kuncinya "APIK" (saya kutip dari Pak Arif Edi). APIK artinya adalh sebagai berikut.
1. Asli (jangan menjiplak)
2. Perlu (benar2 dibutuhkan)
3. Inovativ
4. Konsisten

Beliau  memberikan contoh karya inovasi kami yg mendapatkan penghargaan inobel 2016. Namanya media "Planetarium Bekam". Media ini adalah hasil dari ketidak puasan terhadap media konvensional yg selama ini kami gunakan yaitu globe.  Bertahun-tahun menggunakan globe hasilnya selalu biasa-biasa saja. Anak tidak tertarik/kurang termotivasi dan prestasi belajar kurang memuaskan.

Prestasi kurang lebih disebabkan kurangnya motivasi. Motivasi rendah lebih disebabkan materi bukan pada zona motivasi (jangkauan anak). Zona motivasi anak itu adalah sesuatu yg menantang namun bisa dikerjakan. Jadi jika materi terlalu sulit dan terlalu mudah maka dipastikan anak kurang termotivasi.

Ketika menggunakan globe dalam pembelajaran IPA untuk menerangkan materi pergerakan Bumi & Bulan, anak dipaksa berfikir sangat abstrak. Fungsi media ini adalah mempermudah observasi. Ketika anak memperbandingkan globe yg diperagakan dengan lampu senter dan mengakomodasikan dengan kejadian sebenarnya antara Bumi, matahari, dan bulan sangat sulit.

Disinilah ketidakpuasan terhadap globe muncul. Kita analisis kelebihan dan kekurangan globe dalam menjelaskan materi tersebut. Kelebihannya adalah model yg paling sesuai, ada di sekolah, dan mudah digunakan. Kekurangannya, tidak bisa menampilkan bagaimana kenampakan langit dari bumi saat diperagakan, meskipun anak kelas 6 sudah mampu berfikir abstrak namun kemampuan tersebut masih terbatas, khusus pada gerak semu atau bukan gerak sebenarnya anak sangat kesulitan untuk menerima konsep tersebut. Kelemahan globe tadi adalah tidak bisa menampilkan bagaimana gerak semu matahari

Semisal Gerak semu harian matahari. Kita menyampaikan ke anak bahwa gerak semu harian matahari. Matahari tidak bergerak tetapi yg bergerak adalah bumi. Sehingga menjadi sulit bagi anak. Maka anak akan lemah motivasinya untuk terus belajar. Itu kendala yg harus diselesaikan

Beliau menjabarkan ide yang didapat untuk membuat inovasi itu. Aktifitas beliau dengan kamera sangat tinggi. Hampir setiap kegiatan saya rekam foto dan video. Mereka adalah rekan yang luar biasa, sangat mendukung dan membantu dalam mengikuti kegiatan-kegiatan di luar sekolah.

Ketika kita merekam video dengan kamera action cam misalnya, kita menggunakannya dalam kondisi bergerak. Sedangkan obyek yang kita shot tidak bergerak. Maka ketika kita memutar videonya. Hasilnya benda yang kita shot kelihatan bergerak padahal aslinya tidak bergerak dan kamera merupakan alat optik yang menyerupai kinerja mata. Sehingga beliau mempunyai ide memasang kamera pada globe sebagai pengganti mata kita.

Ketika beliau naik wahana cangkir (komedi putar) di Dufan,  teko kondisi sebenarnya tidak bergerak. Tetapi dalam video bergerak. Itulah yg bisa dimanfaatkan untuk menjelaskan gerak semu. Teko sebagai matahari sedangkan kamera adalah mata yg ada di bumi. Siswa lebih mudah memahami. Untuk lebih jelasnya bisa klik undih disini.


BAGAIMANA SUPAYA DAPAT MENGIKUTI LOMBA?
Pak Tri Agus menjelaskan syarat guru berdedikasi dulu 2016 adalah penunjukan dinas propinsi kabupaten yang diambilkan dari Gupres (sekolah khsusu) peringkat terbaik namun tidak lolos ke propinsi. Kalau 2019 adalah dengan pendaftaran melalui akun kesharlindung Dikdas dan rekomendasi Dikpora propinsi. Jika propinsi ada seleksi silahkan dipersiapkan sama seperti Gupres tetapi lebih kepada dedikasi bukan prestasi.

Pendaftaran inobel adalah melalui seleski karya tulis, maka buat karya tulis secara APIK. Judul yg menarik, segar/baru, berbeda dari yg lain dan tentu saja harus lolos uji smiliarity maksimal 30% turnitine.

Karya tulisnya yg paling bagus adalah karya pengembangan (Research & design). Kalau tidak bisa lebih baik bestpractise. Tidak perlu banyak fungsi tetapi berpengaruh dan mempunyai rentetan keberhasilan dalam menyelesaikan masalah.

Dalam penilaian seleksi inobel pertama adalah seleski:
1. administrasi, karya tulis,
2.workshop,
3. final (display& presentasi)

KUNCI LOLOS LOMBA INOVASI
Adapun kunci inovasi menerut beliau adalah:
1. Menemukan baru
2. Menyempurnakan yang lama
3. Silahkan terapkan APIK tadi menurut kondisi anda sendiri
4. Minimalkan administrasi, lebih ke hal-hal aplikatif dalam mengajar, ingat kita adalah guru, tugas utama kita mengajar, administrasi kebanyaka hanyalah formalitas jadi utamakan administraKsi yg penting-penting saja.

Kunci lolos seleksi pertama harus membuat karya tulis yg layak lolos. Keterbatasan adalah kekuatan jadi gunakan hal tersebut untuk menjadi sebab munculnya lebih banyak ide dan meningkatkan kompetensi guru. Untuk membuat karya tulis yg layak lolos uji smiliarity tipsnya:
1. Sedikit mengutip langsung
2. Gunakan sumber asing terjemahkan sebisanya
3. Jangan membaca buku sumber / KTI oranglain saat menulis

Syarat lolos workshop:
1. Mengikuti kegiatan dengan baik
2. Apa yg diulang2 narasumber lakukan
3. Tetap fokus dan jangan minder dengan karya peserta lain

Syarat menang di final:
1. Berani modal untuk display yg baik
2. Rancangan Pencitraan sikap dalam presentasi
3. Berdoa dan tawakal jangan terlalu senang menikmati jalan-jalan yg disediakan panitia.

Di akhir pembelajaran, Pak Tri Agus bercerita ketika beliau ke sekolah harus melalui 70 km perlajanan. Sehingga waktu yang ditempuh bisa mencapai 1 jam 30 menit. Dalam perjalanan beliau membayangkan hal apa yang bisa membuat siswa aktif dan membuat siswa tidak jenuh dalam pembelajaran.

Semoga kita para guru bisa seperti beliau. Yang selalu mencoba untuk berkarya, memanfaatkan waktu dengan baik, dan selalu termotivasi untuk mengikuti lomba-lomba yang diadakan oleh berbagai pihak.


Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari

Wednesday, April 15, 2020

MENULIS DI MAJALAH SUARA GURU PB PGRI


Narasumber     : Dr. Jejen Musfah
Tema               : Menulis di Majalah Suara Guru PB PGRI

Menulis itu bisa diterbitkan dimana saja. Bisa dimedia social maupun dimedia cetak. Salah satu contoh menulis pada media cetak adalah di Majalah.

Pada pembelajaran ke tiga belas ini, Om Jay mengundang narasumber dari  Pemimpin Redaksi Majalah Suara Guru PB PGRI. Beliau bernama Dr. Jejen Musfah.

Mengawali pembelajaran Pak Jejen menyapa peserta menulis online dengan salam. Setelah itu beliau mulai memaparkan materi tentang Menulis di Majalah Suara Guru PB PGRI. Beliau menyampaikan untuk dapat menulis di majalah bisa berbagai macam. Ada resensi, sastra, destinasi, maupun opini dari penulis.

Opini intinya gagasan penulis atas kebijakan atau fakta pendidikan yang sedang terjadi. Artinya opini tidak akan kehilangan topic. Kebijakan dan fakta pendidikan selalu hadir. Tapi tidak semua berhasil menangkap momentum untuk menanggapi.

Beliau bercerita, majalah PGRI sudah puluhan tahun ada klik disini. Seharusnya guru dapat menulis apa yang ia lakukan didalam pendidikan dan dimuat di majalah PGRI, karena guru adalah seorang praktisi.

Tulisan yang dibuat oleh guru bisa dimuat majalah PGRI berbentuk online dan offline. Majalah offline ini biasanya dicetak 5000 eksmplar, bibagikan ke hampir 34 provinsi dan rubriknya beragam.

Beliau menambahkan, beliau sangat terbuka oleh artikel atau tulisan yang ditulis oleh guru. Karena saat ini beliau masih kekurangan naskah berkualitas. Apabila ingin mengirimkan bisa langsung melalui klik disini. Syaratnya mudah saja hanya dengan menyebutkan status dan mengirimkan foto. Tulisan yang dikirim sudah disediakan editing dan redaktur. Untuk mengirimkannya saja juga free tanpa dipungut biaya.

Artikel yang dikirimkan sesuai rubric yang ditentukan. Selain itu, juga diutamakan di bidang pendidikan dan mengangkat isu-isu yang hangat atau sedang dibicarakan oleh public. Jika ingin mengirimkan opini, maka maksimal 1000 kata. Jika tulisan kita dipilih, maka dalam hitungan jam akan terbit di media online. Tetapi jika dimedia cetak, maka akan diterbitkan dua bulan sekali. Cara melihat tulisan kita dipilih atau tidak, maka bisa dilihat di web atau link yang dikirim oleh tim.

Diakhir pembelajaran, Om Jay mengirimkan sebuah resume yang beliau tulis dari hasil pembelajaran bersama Dr. Jejen Musfah klik disini.

Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari


MENULIS BUKU DALAM SEMINGGU


(Prof Eko Indrajit)

Moderator       : Bambang Purwanto
Narasumber     : Prof. Eko Indrajit
Tema               : Menulis Buku dalam Seminggu

Untuk pembelajaran keduabelas menulis online ini, masih sama dipandu oleh moderator yang sering disapa Mr Bams. Beliau membagi pembelajaran menjadi dua sesi. Untuk sesi pertama 60 menit materi dan sesi kedua 60 menit tanya jawab.

Pada awal pembelajaran, Prof Eko meminta kepada moderator untuk memberikan satu pertanyaan kepada beliau. Mr Bams langsung memberikan sebuah pertanyaan kepada Prof Eko.
“Apa sih sebetulnya yang ingin dibagikan kepada kami?”
Prof Eko menjelaskan, ketika pandemi terjadi, semua harus berkarya dan bekerja dari rumah. Semua harus menjaga stamina tubuh agar tidak turun, sehingga tidak mudah terserang oleh virus ini. Beliau juga bercerita bahwa sejak kecil sudah hobi untuk mengajar. Setelah mengajar merupakan kebutuhannya dan dilakukan setiap hari, beliau saat ini menjadi dosen sekaligus konsultan.

Karena adanya covid-19, beliau tidak bisa lagi mengajar secara langsung tatap muka. Sehingga beliau saat ini mengajar via streaming EKOJI CHANNEL di YouTube. Beliau mengadakan seminar virtual pertama beliau dengan tema DIGITAL MINDSET. Pada saat ini, beliau setiap hari jam 8 pagi saya melakukan seminar 1-2 jam di Youtube Streaming.

Sebagai pengantar, Prof Eko bercerita dalam tiga bulan ada sekitar 100 halaman yang mampu beliau tulis, sehingga buku bisa diterbitkan. Sekarang beliau sudah menulis lebih dari 75 buku yang diterbitkan, dan ratusan artikel. Di era milenium, kebanaykan buku dan tulisan beliau dibagikan secara gratis bisa di situs academia, di situs eko.id, dan lain-lain.

Bagaimana Menulis dalam Waktu Satu Minggu?
Beliau mengakatan bahwa menulis dalam seminggu itu caranya mudah. Kita harus mendisrupsi diri sendiri. Beliau memberi saran untuk membukadan subscribe EKOJI CHANNEL. Setelah itu, kita melihat beberapa presentasi beliau paparkan semenjak tanggal 20 Maret 2020 yang lalu. Kemudian pilih yang menarik perhatian (sesuai yang relatif anda SUKA dan KUASAI).

Kemudian Prof Eko memberikan waktu satu minggu untuk menjawab 6 pertanyaan sederhana mengenai topik yang dibahas, yaitu: 5W1H. Misalnya judulnya DIGITAL MINDSET, maka kita diminta menjawab pertanyaan (dalam bentuk tulisan) sebagai berikut.
  1. APA yang dimaksud dengan digital mindset?
  2. MENGAPA digital mindset dibutuhkan?
  3. SIAPA yang harus berubah mindsetnya?
  4. DIMANA digital mindset harus diterapkan?
  5. KAPAN digital mindset diterapkan?
  6. BAGAIMANA cara menerapkannya.

 Dari pertanyaan tersebut, satu pertsatu dikupas dan ditulis satu hari tulis satu. Berarti hari keenam sudah jadi.

Beliau juga nenambahkan jika setiap menulis selalu tidak harus berpatokan 5W1H. Menggunakan 5W1H adalah untuk penulis awal yang ingin belajar menulis. karena sifatnya deskriptif, tapi sangat filosofis. Setiap isu apapun, secara filsafat, harus bisa dijelaskan dalam 5W1H. Kalau sudah biasa menulis deskriptif, barulah mulai menulis yang sifatnya: eksploratif, komparatif, arguentatif, persuasif, dan lain sebagainya.

Contohnya: kalau isunya COVID-19, saya yakin dengan 5W1H, anda bisa membuat satu buku dalam seminggu. Apalagi ada banyak referensi di internet saat ini. Musuh menulis adalah diri sendiri. motivasi hanya dapat dibangun dari dalam diri sendiri. Oleh karena itu, sering saya katakan, pilihlah sesuatu yang anda SUKAI dan KUASAI. kalau sudah terbiasa dengan 5W1H, lainnya menjadi mudah. itu pengalaman saya.

Bagaimana Menulis Buku Yang Baik?
Menulis adalah cara kita menyampaikan buah pikiran lewat tulisan. Menurut Prof Eko, semua tulisan adalah baik, karena dilakukan dari hati. Beliau menyampaikan tulis saja apa yang ada di kepala kita. Tidak usah takut.

Kualitas menulis itu ditentukan oleh pembacanya. Pembaca itu bermacam-macam. Kualitas menulis ditentukan oleh jam terbang, lama-lama jadi bagus sendiri. Saat ini, tulisan tidak perlu terkoordinir. Masukkan tulisan kita ke internet, maka nanti akan terkoordinir sendiri. Karena dalam dunia maya, berlaku data yang unstructured dibandingkan dengan structured.

Apapun yang ingin kita sharing, silahkan tulis. Satu-satunya yang perlu diperhatikan adalah (menurut Prof Eko), buatlah tulisan yang tidak membuat orang lain sedih karena kita menyampaikan hal-hal yang buruk atau jelek. Menulis hal-hal yang buruk bisa mendatangkan energi negative yang justru akan mengganggu kehidupan masa kini dan mendatang.

Diakhir pembelajaran, beliau berpesan jika kita akan membuat buku, bingung, maka bisa menghubungi Prof Eko Indrajit. Beliau bercerita jika menerbitkan buku sekarang tidak seperti dulu. Dulu kita yang butuh penerbit. sekarang penerbit yang butuh kita, karena saingan mereka adalah internet.

“Buatlah buku, tawarkan ke semua pemerbit. kalau ndak ada yang mau, saya yang terbitkan. syarat terbit di tempat saya sederhana. semua tulisan anda masukan ke cek plagiarisme. Sejauh 80 persen orisinal, langsung saya... ciao.... salam sehat untuk semuanya.”


Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari