Friday, April 10, 2020

DASAR-DASAR MENULIS




Materi belajar menulis online ke sembilan ini seperti pertemuan sebelumnya. Materi di sampaikan oleh narasumber Bapak Imam Fitri Rahmadi. Sebelum narasumber menyampaikan materi, Om Jay mengenalkan moderator yang akan memandu jalannya diskusi pada pembelajaran malam ini. Moderator tersebut adalah Bapak Bambang Purwanto atau sering disapa Om Bams.

Bapak Imam Fitri Rahmadi merupakan dosen Universitas Pamulang yang sekarang sedang kuliah S3 di Johannes Kepler Universität Linz Austria (2019-sekarang). Beliau pernah menulis 2 buku yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Beliau juga mengelola jurnal, menjadi reviewer jurnal kampus lain, dan banyak mengikuti pelatihan penulisan akademik bahasa Inggris untuk keperluan persiapan studi lanjut ke luar negeri.

Pembelajaran dimulai pukul 19.00 WIB melalui Whatshapp grup. Pak Imam membuka pembelajaran dengan menyapa peserta yang ada di grup dengan mengucapkan “Selamat malam waktu Indonesia dan selamat siang Waktu Austria Bapak dan Ibu peserta menulis.”

Setelah menyapa, beliau meminta peserta untuk membaca dan memahaminya materinya di blog beliau (https://tigabelase.wordpress.com) selama 30 menit. Materi beliau yang disampaikan pada alamat blog tersebut adalah TEORI DASAR MENULIS, Meliputi: Pemilihan Kata, Penulisan Kalimat, Dan Penyusunan Paragraf.

A.    Pemilihan Kata
Pemilihan kata bias disebut dengan diksi. Antara penulisan personal, formal, dan akademik, diksi yang digunakan bisa sangat berbeda meskipun dimaksudkan untuk mengungkapkan hal yang sama. Cermati tiga kalimat di bawah ini:
  1. Ibu guru sedang ngobrol-ngobrol dengan kepala sekolah
  2. Ibu guru sedang berbincang-bincang dengan kepala sekolah
  3. Ibu guru sedang berdiskusi dengan kepala sekolah

Berbeda satu kata saja dapat merubah rasa dari kalimat.

B.     Penulisan Kalimat
Kalimat terdiri dari kalimat sederhana (simple sentence), kalimat gabungan (compound sentence), kalimat kompleks (complex sentence), dan kalimat campuran.

Contoh Kalimat Sederhana:
Saya membaca tulisan di blog

Contoh Kalimat Gabungan:
Saya membaca tulisan di blog untuk menambah pengetahuan saya tentang cara menulis kalimat.

Contoh Kalimat Kompleks:
Saya membaca tulisan di blog ketika sedang bekerja dari rumah.

Contoh Kalimat Campuran:
Saya membaca tulisan di blog untuk menambah pengetahuan saya tentang cara menulis kalimat ketika sedang bekerja dari rumah.

Beliau juga menambahkan, untuk penulisan kalimat gabungan dibuat dengan menambahkan salah satu kata dari singkatan FANBOYS: for (untuk), and (dan), nor (maupun), but (tetapi), or (atau), yet (namun), so (sehingga). Sedangkan kalimat kompleks dirangkai dengan menambahkan kata seperti when (ketika), after (setelah), because (karena), since (sejak), although (meskipun), while (sementara), dan lainnya.

C.    Penyusunan Paragraf
Paragraf adalah kumpulan kalimat yang mempunyai satu kalimat topik (topic sentence) sebagai ide pokok atau gagasan utama (main idea) dan beberapa kalimat penjelas (supporting sentences) sebagai detail yang menjelaskan ide pokok. Supaya enak dibaca dan tulisan mudah dipahami, susun menjadi paragraf deduktif. Paragraf deduktif adalah sebuah paragraph yang kalimat utamanya di depan atau diawal paragraph.

Gunakan bentuk kalimat sederhana untuk membuat kalimat topik. Cara gampang untuk membuat kalimat topik, adalah pastikan anda meletakkan ide pengontrol atau controlling idea pada setiap kalimat topik. Bentuk kalimat penjelas harus bervariasi, terdiri dari kalimat gabungan dan kompleks, serta dilengkapi dengan konjungsi sebagai transisi antar kalimat supaya paragraf mengalir dengan baik, enak dibaca, dan mudah dipahami.

Bagaimana Menyusun Paragraf yang Baik?
Pahami kembali struktur paragraf. Setelah paham struktur paragraph, maka kemudian dilihat dari segi kalimat penjelasnya. Praktik menulis paragraf yang tepat, sekiranya begini. Selalu tanyakan "what/why" apa atau kenapa dari kalimat topik. Jika kalimat topik membutuhkan detail apa, maka jelaskan apanya. Jika kalimat topik butuh detail kenapa, maka jelaskan kenapanya. Satu lagi, jika apa dan kenapa tidak berfungsi, saatnya berpikir alternatif dengan kata "jika". Yang ini agak susah dijawab dengan tulisan. Namun, beberapa paragraf dalam tulisan materi saya ada juga yang menggunakan alternatif kata "jika".

Beliau juga menjelaskan jika dari pemilihan kata, kalimat, hingga paragraph yang kita buat akan baik, maka sebaiknya kita harus banyak-banyak membaca. Harus memperbanyak input sebelum outputnya ditulis.

Sebaiknya dalam sebuah tulisan ada pendahuluannya. Penulis mencantumkan thesis statement alias pendapat penulis dulu. Pendapat penulis mengandung beberapa kalimat topik. Nah, kalimat topik itu nanti yang akan ditaruh satu per satu di setiap paragraf. Sehingga satu artikel atau tulisan kita bisa nyambung semuanya.

Selain pendahuluan, kita juga harus bisa memadukan konjungsi. Konjungsi adalah kata hubung, contohnya namun, padahal, dan lain sebagainya. Konjungsi bias diletakkan dalam sebuah kalimat, atau paragraph. Konjungsi antar kalimat dipilih berdasarkan jenis kalimatnya. Sedangkan, konjungsi antar paragraf dikontrol dengan kalimat topiknya.

 Beliau juga menjelaskan cara menulis ketika menggunakan bahasa local. Cara penulisannya, bahasa lokal dituliskan dengan huruf miring. Kemudian dikasih penjelasan apa yang dimaksud dari istilah lokal yang digunakan tersebut. Apabila sudah ditulis miring sebetulnya dalam kaidah penulisan bahasa indonesia semua orang sudah paham kalau itu istilah di luar bahasa indonesia.

Bahasa yang digunakan dalam menulis pun bebas. Tergantung target pembaca kita siapa. Artinya, pemilihan kata diksi tergantung target pembaca. Dalam konteks buku pelajaran sebaiknya gunakan diksi yang formal saja. Siswa akan bingung jika diksi terlalu akademik. Beda misalkan membuat buku teks untuk anak kuliah atau kalangan akademisi, dimana ini sudah masuk ke penulisan akademik, gunakan diksi akademik.

Pada akhir pembelajaran, Pak Imam menyampaikan tips dan trik supaya tulisan kita menarik.
Perbanyak input: membaca
Berlatih: mencoba sedikit demi sedikit beberapa dasar menulis yang sudah kita pelajari
Menulis: rajin menulis dan terus menulis

 Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari

Thursday, April 9, 2020

PEJUANG HIDUP


Waktu menunjukkan pukul 14.54 WIB. Terik matahari masih cukup panas. Tidak ketinggalan seorang yang ingin mempertahankan hidupnya di saat WFH seperti ini.

Tidak semua WFH merasakan kerja yang nyaman didalam rumah. Salah satu contohnya adalah Bapak ini. Pak Sardiman. Beliau pekerja bangunan. Namun dengan keadaan ini, beliau tidak bekerja lagi. Pak Sardiman harus memutar otak untuk mencukupi kehidupan sehari-hari.

Terik panas tidak menyurutkan semangatnya untuk menjemur padi dan jagung hasil panennya. Harga jagung jika dijual pun tidak seberapa harganya dibandingkan perjuangannya selama proses penanaman. 

Ketika saya melihat semangat Pak Sardiman, saya sadar. Bahwa uang itu bisa dicari. Tapi bagaimana mencarinya tergantung usaha kita. Ada yang kerja di dalam rumah, hingga kerja dengan peluh kiringat tanpa keluh kesah.

Semoga bumi ini segera membaik. Sehingga kita semua dapat beraktivitas seperti sedia kala. Dan kita juga dapat menjalankan bulan suci ramadhan dengan ibadah yang lebih baik.

Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari

Wednesday, April 8, 2020

MENULIS TANPA IDE

(Budiman Hakim)

Pada pembelajaran ke delapan ini, ada yang sedikit berbeda. Pembelajaran dipandu oleh moderator bernama Mr Bams (Bapak Bambang). Untuk pengisi materi adalah Bapak Budiman Hakim atau biasa dipanggil Om Bud. Beliau seperti Om Jay yaitu sebagai pegiat literasi.

Om Bud mengawali karir sebagai copywriter di Advertising Agency, Leo Burnett, kemudian pindah ke Advertising Agency Ogilvy. Sekarang ini Budiman Hakim lebih memfokuskan diri sebagai pengajar, baik itu di kampus, pengusaha UKM dan korporasi di Indonesia. Om Bud sudah menulis sekitar 9 buku. Untuk buku yang terakhir beliau tulis adalah “ Menulis Tanpa Ide”.

Diawal pembelajaran, Bapak Budiman Hakim menyapa peserta belajar menulis online gelombang 7 dengan salam dan sedikit perkenalan dari beliau. Beliau memperkenalkan dirinya dengan sebutan OM BUD. Beliau sering dipanggil dengan sebutan Om Bud, baik rekan kerja, saudarnya, istrinya, bahkan orangtua dan mertuanya.

Materi yang dibawakan Om Bud pada kesempatan kali ini adalah Menulis Tanpa Ide. Ya, seperti judul buku beliau. Materi ini diambil dari salah satu bab yang ada dibukunya tersebut.

APAKAH TULISAN KITA MENARIK?
Om Bud menjelaskan bahwa kita dapat menentukan sebuah tulisan itu menarik atau tidak dengan cara melihat emosi dari pembaca. Artinya, tulisan yang bagus adalah yang mampu menggugah EMOSI pembacanya.

Cara menilainya cuma dengan satu pertanyaan: Apakah buku kita mampu membuat pembaca tertawa terbahak-bahak. Artinya ketika orang menangis atau tertawa, maka di situlah saat tulisan kita mampu menggugah EMOSI pembacanya.

APA KATA KUNCI SUPAYA TULISAN MENARIK?
Om Bud menyampaikan kata kunci supaya tulisan kita menarik adalah ‘EMOSI’. Ketika kita menulis sebuah cerita, kita wajib memasukkan unsur EMOSI dalam cerita itu.

Sayangnya pelaksanaannya ternyata tidak semudah itu. Ketika kita ingin menulis, seringkali kita gak punya ide. Orang-orang banyak yang mengistilahkan kondisi ini dengan writers’ block. Untuk mengantispasi hal ini ada dua hal yang bisa kita lakukan yaiutu memanfaatkan emosi dan memancing emosi.

MEMANFAATKAN EMOSI.
Memanfaatkan emosi ini caranya sangat sederhana. Om Bud menjelaskan caranya adalah dengan  menuuliskan semua perubahan EMOSI dalam kehidupan kita sehari-hari. Metode ini biasa disebut dengan CERPENTING.

Apa CERPENTING Itu?
CERPENTING merupakan singkatan dari Cerita Pendek Tidak Penting. Cerpenting Menurut Om Budadalah metode menuliskan peristiwa-peristiwa REMEH yang terjadi di sekeliling kita. Meskipun ceritanya sepele tapi ternyata kita ketawa atau terharu atas peristiwa itu. Dengan kata lain emosi kita tergugah. Jadi tuliskanlah peristiwa tersebut. Perlu dipahami benar, bahwa ceritanya harus benar-benar TIDAK PENTING.

Cerpenting haruslah cerita yang tidak penting itu sebabnya METODE LATIHAN MENULIS ini disebut cerpenting = Cerita Pendek Tidak Penting. Ceritanya bisa macam-macam. Cari cerita yang paling REMEH tapi bikin kita ketawa, marah, terharu, pokoknya semua rasa yang yang menggugah emosi kita.

Om Bud menambahkan, bahwa menulis cerpenting memang menuliskan sesuatu yang TIDAK PENTING tapi manfaatnya SANGAT PENTING. Kenapa? Kalau kita bisa menggugah emosi pembaca dengan topik yang SANGAT SEPELE, apalagi kalo kita menuliskan hal yang SANGAT PENTING, pastinya bakalan jadi bagus banget

Jika sudah terbiasa menulis cerpenting maka kita akan selalu mendapat pemicu untuk menulis. Pointnya, dari topic yang sepele saja kita dapat menulis. Kuncinya adalah kita tidak perlu memikirkan apa manfaat dari tulisan kita, tapi anggap itu sebagai tulisan yang menyenangkan. Kenapa menyenangkan? Karena kita mengalaminya sendiri dan terbukti menggugah emosi, jadi gak ada salahnya kita abadikan.

MEMANCING EMOSI
Metode yang kedua menurut Om Bud adalah memancing emosi. Dari emosi yang kita dapet bisa kita konversikan menjadi ide. Sepanjang pengalaman menulis, Om Bud juga menemukan RAHASIA cara menulis tanpa ide.

"Jangan menunggu ide datang lalu baru menulis. Menulislah dulu maka ide akan datang padamu. Ide itu gak boleh ditunggu. Ide itu harus dipancing.”

Cara menulis menurut Om Bud  jika kita tidak punya ide:
  1. Coba perhatikan sekeliling kalian.
  2. Lalu tuliskan benda-benda yang kita tangkap melalui pancaindera.
  3. Kemudian gabungkan dan susun semua benda tadi menjadi satu kesatuan dalam beberapa kalimat.
  4. Dengan menuliskan apa yang ditemukan oleh pancaindera, tulisan tersebut akan berfungsi menjadi pemicu supaya ide datang.
  5. Biasakan menulis dulu tanpa perlu menunggu ide datang.
Cara menulis seperti itu adalah cara untuk memancing ide datang. Ketika ide sudah terjaring barulah kita kemas menjadi tulisan yang menarik. Ini merupakan salah satu metode dalam menulis. Jika seseorang ingin bias, maka sebuah metode tidak hanya dipahami tetapi dipraktikkan.

Menulis itu sebuah proses. Menulis bukan skill yang bisa diperoleh dalam waktu semalam. Jadi kita memang harus berlatih. Berlatih memang sebuah periode yang membosankan. Itu sebabnya metode ini saya ciptakan supaya proses latihan jadi menyenangkan. Kita seperti lagi melakukan permainan 6 kata. Situasinya fun tapi berpotensi menjelma menjadi tulisan yang berkualitas master piece.

Pada akhir materi, Om Bud memenyampaikan jika ingin sukses dalam menulis, maka teruslah menulis, menulis, dan menulis hingga dari pancaindera kita menghasilkan ide-ide menulis yang menakjubkan. Beliau juga perpesan jika ada yang berminat membeli bukunya yang berjudul “Menulis Tanpa Ide” hanya Rp 90.000,- dengan menghubungi penerbitnya lewat WA, namanya Andung di no. +62 816-523-773.

Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari



Tuesday, April 7, 2020

ICIP-ICIP


Karena WFH, setiap hari aku hampir memasak sendiri. Saat aku berbelanja di warung dekat rumah aku melihat ada daging ayam. Tapi yang ku beli bukan dagingnya hanya ceker ayamnya saja. 

Setelah sampai rumah langsung kumasak. Kali ini aku memasak balado ceker. Bahannya mudah dan murah. Hanya menggunakan ceker, tomat, dan bumbu cukup cabe, bawang merah, bawang putih, garam, dan gula.

Setelah matang langsunglah aku memanggil kakakku untuk mencicipi. Kak Ardi langsung mengambil satu ceker. "Hahaha biasa aja kali kak, makannya." Kataku sampai tertawa melihat kakakku yang makan sampai keluar keringat dan meler karena saking pedasnya masakanku. 

Monday, April 6, 2020

ADA APA DENGAN PAK POLISI?


Aku punya teman namanya Kusainun. Aku kenal dengannya ketika masuk diperkuliahan. Dia orangnya jujur dan sangat rajin. Banyak kisah ketika aku dengannya. Ada yang sampai nangis-nangis ataupun tertawa terbahak-bahak.

Ada salah satu cerita yang tak terlupakan ketika dengannya. Pada saat itu aku bersama dia dari kuliah. Ketika itu hanya aku yang bawa helm. Dia tidak membawa karena miliknya dipinjam oleh tetangganya. Ketika hampir sampai dilampu merah, dari kejauhan terlihat ada seorang polisi yang berjaga. Waduh bahaya ini pikirku. Kusainun tidak membawa helm. "Nun, nanti kalau itu beneran polisi kamu turun ya. Pura-pura aja jalan gitu." Pintaku kepadanya. Dia hanya menganggukkan kepala saja.

Ternyata benar. Sampai di lampu merah ada pak polisi. Tanpa berfikir panjang dia langsung turun dari motorku dan dia pura-pura jalan kaki. Sampai didekat polisi dia ditanya dari mana. Dia hanya diam dan tersenyum. Dia berjalan hingga jalan diseberang. Setelah lampu hijau, langsung aku mengikutinya. "Hahahahaha. Gila ya kita bisa bohongin pak polisi itu. Takut aku kalau tadi sampai ketauan gak bawa helm." Sambil tertawa Kusainun cerita kepadaku.

Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari

Sunday, April 5, 2020

BELAJAR MENULIS BERSAMA PENULIS BUKU MAN JADDA WAJADA

(Akbar Zainudin)

Sudah Menulis Apa Hari Ini?

Begitu pembukaan pembelajaran ke-7 pada pembelajaran menulis online pada hari Minggu, 5 April 2020. Pada kali ini, pembicara yang diminta Om Jay mengisi adalah Bapak Akbar Zainudin. Beliau merupakan penulis buku Man Jadda Wajada. Beliau sampai saat ini telah memiliki 13 buku yang sudah terbit.

Pak Akbar pada pembelajaran ini, membahas tentang Langkah-Langkah dalam Menulis Buku. Tidak banyak langkah sebenarnya untuk menulis sebuah buku. Beliau menyampaikan hanya ada 6 langkah untuk menulis sebuah buku. Namun walau hanya 6 langkah, kita harus disiplin dan focus supaya buku yang kita tulis dapat maksimal. 6 langkah menulis buku oleh Pak Akbar disingkat dengan nama TOJTPR. Apa itu TOJTPR? Berikut penjelasannya.

TEMA
Setiap kita menulis buku, maka kita memiliki tema besar.  Tema ibaratnya akan menjadi benang merah dari keseluruhan cerita. Tema ini ada di jenis buku apapun. Baik buku fiksi maupun non fiksi. Tema adalah gambaran bidang apa yang ingin kita gali. Misalnya saja Pak Akbar senang di bidang motivasi, maka kebanyakan buku yang beliau tulis tentang motivasi. Pada buku non fiksi biasanya tema yang diambil adalah motivasi, parenting, edukasi, dan lainnya.

OUTLINE
OUTLINE biasa dikenal sebagai DAFTAR ISI. Daftar isi ini berguna untuk:
  1. Gambaran besar buku kita seperti apa.
  2. Membuat kita akan selalu ada pada rel yang tentukan (tulisan terarah).
  3. Mumbuat buku selesai
  4. Memudahkan kita menjadwal agenda menyelesaikan buku

Pak Akbar menambahkan kita dapat meminta masukan dari teman-teman untuk outline kita. Semakin banyak masukan, maka outline kita akan semakin kaya. Tetapi jika masukan dari teman kita membuat kita semakin bingung, maka bismillah, tentukan saja sesuai kata hati dan mulailah untuk menulis.

JADWAL
Jadwal adalah sebuah perencanaan seberapa lama kita akan menyelesaikan tulisan. Dengan membuat jadwal, maka akan memudahkan kita untuk mengontrol dan mengevaluasi dari tulisan kita.

TULISKAN
Outline sudah ada, jadwal juga sudah ada. Berikutnya adalah tuliskan sesuai outline dan jadwalnya. Disini, disiplin dan komitmen yang akan menentukan apakah tulisan kita akan selesai atau tidak. Hal ini tidak mudah karena tantangan banyak misalnya malas, data belum ada, banyak kesibukan dan lain sebagainya.

REVISI
Revisi dilakukan ketika semua draft tulisan selesai. Yang sering terjadi, kita hanya terpaku dalam satu artikel. Sehingga judul-judul lain atau artikel akan terlewatkan dan tidak maksimal. Revisi yang dilakukan ada 4 yaitu
  1. Data dan informasi
  2. Tata bahasa
  3. Gaya tulisan
  4. Judul. Buat menarik, sederhana sehingga pembaca memiliki rasa ingin tau yang kuat untuk membacanya. 

Untuk judul, beliau menyarankan supaya dibuat menarik. Cara yang dilakukan supaya menarik adalah:
  1. Provokatif.
  2. Jelas, tegas, dan sederhana.
  3. Kalau judul buku, biasanya terdiri dari 3 kata buat judul. Jika banyak, untuk sub judul.


PENERBIT
Penerbit akan menerima naskah kita jika naskah sudah jadi. Jadi selesaikan terlebih dahulu, baru diberikan pada penerbit. Setiap penerbit memiliki aturan yang berbeda dari menerima sebuah naskah. Yang menjadi pertimbangan penerbit adalah bukunya laku atau tidak. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca. Semakin besar kebutuhan masyarakat akan buku kita, maka peluang diterbitkan semakin besar.

Beliau menambahkan jika buku kita akan diterbitkan, maka setidaknya kita menulis sekitar 100 halaman minimal. Rata-rata itu sekitar 200-300 halaman. Jika diukur dari karakter, sekitar 40.000-60.000 karakter komputer. Karakter yang dimaksud adalah huruf dan spasi.

Beliau juga menyampaikan jika tulisan kita akan menarik, maka kita harus latihan menulis terus menerus. Artinya kita harus banyak-banyak berlatih. Setidaknya meluangkan waktu 30-60 menit setiap hari untuk menulis.

“Menulis adalah keterampilan. Semakin sering dilatih, akan semakin enak dibaca orang.”

Semakin kita sering berlatih, nanti tau-tau tulisan kita sudah bagus, tau-tau kita sudah punya buku, tau-tau buku kita terbit. Tambah Pak Akbar. Supaya dapat menulis dengan baik, maka kita harus mengorbankan waktu untuk dialokasikan untuk menulis. Watunya kapan? Kapan saja boleh. Pagi, siang, sore, ataupun malam. Tergantung banyak sedikitnya inspirasi tulisan yang muncul. Yang terpenting, kita harus tetap konsisten SETIAP HARI untuk menulis.

Jika buku yang kita tulis ditolak penerbit, maka kita jangan putus asa. Karena kita dapat membenahinya dan dapat mengirimkannya ke penerbit yang lain. Biasanya, untuk cepat booming, maka kita kirimkan tulisan kita ke penertbit gramedia.

Terus berlatih menulis, menulis, dan menulis.
Berdisiplin saja setiap hari, nanti tau-tau tulisan kita akan banyak, akan lebih baik, dan tau-tau jadibuku. Begitu kata-kata Pak Akbar menutup pembelajaran pada pukul 21.00 WIB.

Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari


GUNUNGKIDUL PUNYA


Gunungkidul merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Gunungkidul sering disebut kota gaplek. Gaplek merupakan singkong yang sudah kering setelah dijemur. 

Disebut kota gaplek karena masyarakatnya banyak yang menanam tumbuhan ini. Di Gunungkidul, pada tahun 2019 hasil panennya bisa mencapai 780.000 ton.

Singkong ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Sebagai makanan pokok, warga biasanya membuat tiwul. Tetapi singkong ini paling praktis jika direbus dan disajikan dengan ikan asin. Rasanya "maknyuss." Jangan ditanya lagi. Apalagi saat musim hujan seperti ini untuk menemani secangkir wedang ataupun kopi. 

Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari

Saturday, April 4, 2020

RINDU YANG TAK SAMPAI


4 April 2020. Hari ini tepat ulangtahunmu. Banyak doa dan angan yang ingin kita capai ditahun ini.

Tapi apa daya semuanya sirna. Semuanya bak senja. Semua mimpi kini menjadi semu. Ada cinta diantara benci. Ada rindu yang tak sampai.

Kini semuanya tinggal air mata. Kulantunkan namanu setiap doa. Semoga engkau baik disana. Dipangkuan sang maha pencipta.


Arifiani Kurniasih

Friday, April 3, 2020

GURUNYA MANUSIA

gurunya manusia Archives | Munif Chatib
(Munif Chatib)


RESUME 6
BELAJAR MENULIS GELOMBANG 7
Jumat, 3 April 2020
(ARIFIANI KURNIASIH_SD N MENTEL I TANJUNGSARI)

Pembicara pembelajaran keenam menulis online adalah Bapak Munif Chatib. Seperti sebelumnya, pembelajaran dimulai pukul 19.00 WIB. Tema pembelajaran malam ini adalah Menulis tentang Momen Spesial Kala Mengajar.

Bapak Munif Chatib merupakan konsultan, praktisi pendidikan, dan penulis buku popular. Beliau lahir di Surabaya pada tanggal 5 Juli. Pak Munif terkenal sebsgai penulis buku best-saller Sekolahnya Manusia. Untuk lebih lengkapnya profil Bapak Munif Chatib  (https://munifchatib.com).

Pada awal pembelajaran Pak Munif memberikan materinya disebuah link youtube (https://youtu.be/-tGJsRRQrV0) yang berdurasi 13 menit. Selain itu, beliau juga memberikan file berbentuk pdf sebagai contoh artikel bebas momen spesial.

Apa itu Momen Spesial?
Pada awal materi yang ada di chanel youtube beliau menyampaikan tentang pengertian momen special. Momen Spesial menurut Munif Chatib adalah kejadian khusus yang terjadi antara guru dan siswa baik didalam maupun diluar kelas. Momen special ini dapat masuk dalam memori jangka panjang. Memori jangka panjang yaitu memori yang tidak akan terlupakan dalam seumur hidup seseorang.

Tiga hal besar yang meliputi momen special. Hal tersebut adalah:
  1. Perubahan motivasiArtinya siswa yang semula tidak minat dalam pembelajaran, namun setelah mendapat motivasi dari guru atau lingkungan sekitarnya, maka siswa tersebut menjadi berminat untuk mengikutinya.
  2. Perubahan kemampuan. Artinya siswa yang semula tidak mampu menjadi mampu/ bisa.
  3. Perubahan sikap. Artinya siswa yang awalnya tidak rajin, tidak disiplin tapi berubah menjadi rajin.

Saat kita mengajar, kita tidak akan lari dalam tiga kemungkinan. Kemunginan tersebut ada dalam proses pembelajaran. Yaitu pada pembuka, isi, dan penutup. Tiga tahapan ini memiliki potensi dalam memberikan momen special. Momen special ini dapat tercipta ketika kita dapat peka. Misalnya saja saat mengajar, kita peka terhadap momen special maka itu luarbiasa akan ada di memori kita sampai akhir hayat.

Pak Munif juga menambahkan jika mengajar itu yang terpenting pada awal dan akhir pembelajaran. Pada awal atau pendahuluan, bisa disebut apersepsi. Jika apersepsi berhasil, biasanya siswa tertarik untuk belajar, sehingga kemungkinan besar paham. Selain itu, pada akhir pembelajaran atau pada bagian penutup. Pada bagian penutup pembelajaran harus keren. Bagian ini bisa kita masukkan pada kesimpulan tentang hikmah dari materi ajar.secara neurosains, awal dan akhir itu penting dan yang 80% tercatat diotak siswa kita. Namun pada bagian inti pembelajaran juga bisa menjadikan momen special. Hal ini bisa diterapkan ketika pada saat pembelajaran kita dapat memilihmetode yang bersifat student center learning.  

Mengapa Momen Special Harus Ditulis?
Ada tiga hal penting yang melatarbelakanginya. Hal tersebut adalah:
1.      Pembaca tak akan lupa seumur hidup, sebab masuk memori jangka panjang. Sayang jika ada potensi bacaan yang akan masuk sebagai memori jangka panjang, tapi pembaca tidak menulisnya.
2.      Potensi menjadi tulisan yang dibaca, dikenang, dibagi, dan dicari. Artinya penulis yang baik adalah memiliki prinsip ini. Dapat dibaca orang lain, dapat dibagi melewati buku ataupun media social, dan tulisan kita adalah tulisan yang dicari orang lain.
3.      Mudah ditulis dengan artikel bebas. Artinya artikel yang ditulis tidak terikat dengan aturan artikel ilmiah.

Mengapa Memori Special Masuk Ke Memori Jangka Panjang?
Ada 5 pintu pembuka.
  1. First experienceApapun kejadian atau pengalaman pertama pada siswa, itu menjadi memori jangka panjang. Misalnya semua pengalaman kita tentang apa saja pasti kita tidak akan lupa sampai saat ini.
  2. RelevanceRelevance adalah kejadian-kejadian yang berhubungan antara topic materi dengan kondisi siswa. Jadi antara materi dan keadaan siswa sangat berhubungan erat. Misalnya saja materi yang kita sampaikan berbeda bahkan tidak sesuai dengan kondisi siswa, maka kejadian atau materi itu langsung dilupakan. 
  3. Rehearsal (diulang-ulang). Misalnya saja kita membaca Surah Al-Fatihah (bagi muslim) sampai diluar kepala, karena setiap sholat kita membacanya. Begitu juga dengan  materi, jika kita terus-menerus mengulangnya maka materi itu menjadi memori jangka panjang.
  4. Emotional (perasaan).Perasaan yang dimaksud adalah perasaan seseorang, baik perasaan bahagia, takut, beci, panic, terkejut, dan lainnya. Biasanya proses pembelajaran yang memiliki muatan emosional maka akan masuk memori jangka panjang.
  5. Survival. Bagaimana mengajar yang mengandung unsur bertahan dalam hidup. Masalah atau hambatan dalam hidup itu pasti. Namun bagaimana kita menyelesaikan masalah itu. Cara kita dalam menyelesaikan masalah tersebut yang akan menjadi memori jangka panjang.

Bagaimana Cara Menulis Momen Spesial?
Ada tiga tahapan menulis special momen. Tahapan tersebut adalah:
  1. Catat/ rekam kejadian momen special pada saat terjadi.
  2. Elaborasi, mencari data-data pendukung terhadap momen special. Data dapat berupa fakta, saat bertanya, atau kita menambahkan imajinasi.
  3. Menulis. Menulis ini dapat dilakukan apabila data telah terkumpul, setelah itu kita dapat menuliskannya dalam bentuk artikel bebas.

Beliau juga memberikan contoh menulis artikel bebas. Artikel bebas ini dapat kita buat ketika ada suatu kejadian dikelas yang kita anggap unik ataupun berkesan. Supaya artikel bebas menarik, maka buatlah judul menarik. Artinya pembaca penasaran dengan isinya ketika membaca judul artikel bebas yang kita tulis.

Bagaimana Supaya Mudah Membuat Artikel Bebas?
Ada beberapa langkah supaya kita tidak bingung kita menulis artikel bebas ini. Langkah tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Pokok pikiran yang akan ditulis, bisa dibuat bebas.
  2. Sementara kesampingkan aturan-aturan ejaan.
  3. Artikel yang kita tulis awalnya bisa berupa cerita ataupun sebagai informasi.
  4. Edit pelan-pelan. Makin banyak kita lakukan ini, nanti semakin lama semakin bagus.

Dari sebuah kalimat momen special, kita dapat mengembangkanmenjadi beberapa paragraph. Caranya adalah sebagai berikut.
  1. Indentifikasi masalahnya apa.
  2. Cari tahu penyebabnya apa.
  3. Cari tahu tentang dampak jika masalah tidak selesai.
  4. Hikmah kejadian itu apa.

Apa Bedanya Guru Keras dan Guru Tegas?
Pak Munif menjelaskan bahwa harus dibedakan antara guru keras dan guru tegas. Guru killer adalah sebutan untuk guru keras.ciri-cirinya, guru keras berdampak akan dijauhi, dihindari siswa. Namun guru tegas, sebaliknya.yaitu akan dirindukan oleh siswa. Pada zaman sekarang ini yang dibutuhkan adalah guru yang tegas. Kedisiplinan yang diterapkan oleh guru tegas akan menjadi unsur siswa suka kepada gurunya.

Ada tiga cara sederhana menjadi guru tegas.
  1. Kita menjadi gurunya, orang yang memberikan ilmu.
  2. Kita menjadi orangtuanya, kita memberikan nasihat-nasihat kepada siswa.
  3. Kita menjadi sahabatnya, kita dapat membuka diri untuk menerima curhat dari siswanya.

Pembelajaran diakhiri pukul 20.00 WIB. Pembelajaran diaakhiri oleh Bapak Munif dengan menyampaikan kesimpulan. Kesimpulannya adalah:
  1. Momen special dapat menggugah kita untuk menulis.
  2. Untuk awal, tulis saja semampu kita tanpa khawatir salah dalam kaidah penulisannya.
  3. Tuangkan semua kejadian special ke dalam tulisan kita.
  4. Guru harus bisa memainkan 3 peran yaitu menjadi guru, orang tua, dan sahabat bagi siswa.



JAGUNG PEMBAWA BERKAH



Untuk seorang petani, sebiji jagung ini sangat berharga. Dari sebiji bisa menghasilkan kilogram bahkan ton jagung untuk dijual. Setalah panen, petani didesa biasanya langsung menjual jagung itu dengan harga sekitar Rp 3.000/kg. Betapa rendahnya harga jagung bila dibandingkan dengan proses penanamannya. Dari membeli bibit, menanam, diberi pupuk, hingga di panen.

Namun hal tersebut berbeda dengan pemikiran salah satu warga yang ada di Desa Mendang. Ia bernama Badrul. Badrul tidak langsung menjual panennya. Ia mengolah jagung tersebut menjadi Dodol. Setelah menjadi dodol, harga jualnya pun semakin bertambah. Harganya bisa mencapai Rp 50.000.

Dari hasil produksinya, Badrul saat ini memiliki beberapa karyawan. Badrul sangat bersyukur karena dari olahan jagung yang ia kembangkan, Badrul bisa membantu perekonomian yang ada didesanya. 

Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari

Thursday, April 2, 2020

HARTA KARUN


Rasanya aku hanya memakai baju itu-itu saja. Tapi, ketika aku membuka almari isinya sangat penuh. Setelah kucoba-coba ternyata banyak pakaian yang sudah tidak muat ketika ku pakai. 

Tiba-tiba aku teringat tetanggaku yang kemarin memakai baju sobek. Aku jadi ingin memberikan pakaianku kepadanya. Tanpa berfikir panjang aku langsung memilah pakaian yang akan kuberikan.

Saat aku melipat celana yang akan kuberikan, aku merasa ada sesuatu yang ada di dalam saku tersebut. "Yes. Alhamdulillah ya allah." Teriakku. Ternyata aku menemukan uang 100.000 disaku celana itu. Betapa riangnya hatiku. Kebetulan juga isi dompet baru menipis.

Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari 

RESUME 5 (MENDESAIN PEMBELAJARAN JARAK JAUH YANG EFEKTIF)


Wacana Tiga Hari Sekolah, Indra Charismiadji Ingatkan Bukan Soal ...

RESUME 5
BELAJAR MENULIS GELOMBANG 7
Rabu, 1 April 2020
(ARIFIANI KURNIASIH_SD N MENTEL I TANJUNGSARI)

Pembelajaran menulis online ke lima ini diisi oleh Bapak Indra Charismiadji dengan tema Mendesain Pembelajaran Jarak Jauh yang Efektif. Pembelajaran dimulai pukul 19.00 WIB dengan menggunakan aplikasi webex.

Pak Indra Charismiadji merupakan pemerhati dan praktisi edukasi 4.0, Direktur Eksekutif CERDAS (Center for Education Regulations & Development Analysis). Beliau menyampaikan ada banyak prinsip dalam melakukan pembelajaran. Prinsip tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.
  1. Siswa dituntut untuk memiliki kebiasaan mencari tahu.
  2. Pembelajaran terpadu dengan pendekatan ilmiah.
  3. Pembelajaran berbasis kompetensi.
  4. Siswa dapat menjawab dengan multi dimemsi, tidak hanya satu jawaban pasti.
  5. Pembelajaran yang menggunakan keterampilan aplikatif
  6. Adanya keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills)
  7. Pembelajaran yang berpusat pada siswa bukan pada guru.
  8. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas siswa.
  9. Pembelajaran yang berlangsung di rumah di sekolah, dan di masyarakat.
  10. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran.
  11. Adanya Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya siswa.


Beliau juga menyampaikan ada 4 pilar pendidikan yang disusun oleh UNESCO, yaitu:
1. Learning to Know (belajar untuk mengetahui)
2. Learning to Do (belajar untuk melakukan sesuatu)
3. Learning to Be (belajar untuk menjadi sesuatu)
4. Learning to Live Together (belajar untuk hidup bersama)

Untuk menghadapi peran guru di abad ke 21 ini, seorqng guru tidak hanya mengajar saja. Tetapi guru harus bisa menjadi motivator dan fasilitator bagi siswa. Seperti halnya dalam prinsip Pendidikan, guru harus bisa menerapkan ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, lan tutwuri handayani. Semboyan ini yang diungkapkan oleh Bapak Pendidikan kita yaitu Ki Hajar Dewantara.

Beliau juga menyampaikan ada 3 hal kunci penting sebagai framework dalam dunia pendidikan, yaitu :
  1. Infrastruktur. Hal ini berkaitan dengan apa yang akan kita gunakan dalam pembelajaran. Pembelajaran yang baik harus bisa memaksimalkan pembelajaran baik berbasis online maupun offline.
  2. Infostruktur. Setiap sekolah sebaiknya memiliki alamat web atau akses internet lainnya  untuk pembelajaran daring.
  3. Infokultur. Pembelajaran berbasis digital harus dibangun dan dibiasakan di lingkungan sekolah.

Pembelajaran kali ini dapat memberikan banyak wawasan sebagai seorang pendidik yang melaksanakan pembelajaran untuk belajar seoanjang hayat. Selain itu, pembelajaran juga harus disiapkam untuk era revolusi industri 4.0. 

Wednesday, April 1, 2020

CAHAYA MISTERIUS



Berbicara soal kucing, aku jadi keingat kejadian malam itu. Aku berada di suatu lorong yang sangat gelap. Aku sendirian.

Tiba-tiba dari kejauhan aku melihat cahaya. Namun cahaya itu semakin lama semakin mendekat. Aku berusaha untuk tetap tenang, tapi cahaya itu semakin cepat mendekatiku.

Aku takut. Aku lari dengan sangat cepat. Tiba-tiba "Byur". Aku terpeleset dan masuk ke lubang yang ada airnya. "Wahhh, sial."  Aku ternyata hanya mimpi dikejar cahaya. Dan cahaya itu adalah pantulan dari mata kucing. 

Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari