Friday, April 17, 2020

WEDANG GULA BATU


Pagi-pagi dikirimin foto ini sama Om Jay. Jadi pengen nulis nih.

"Wedangan gula batu pacitane gorengan disambelke bawang." Biasanya begitu orang gunungkidul menyebutnya. Kebanyakan dipagi hari sebelum bekerja, warga gunungkidul meminum secangkir teh gula batu yang dihidangkan bersama dengan gorengan.

Wedang gula batu dan gorengan memang sangat cocok jika disandingkan. Gorengan yang masih hangat membuat lidah ini tidak berhenti bergoyang. 

Apalagi wedang gula batu ini. Pahit diawal namun manis di akhir. Seperti ibarat kehidupan jika mau sukses harus merasakan pahitnya dulu barulah kita akan merasakan manisnya atau buahnya diakhir perjalanan.

Ah sudah lah. Dari pada membayangkan yuk sini aja, wedangan berdua sambil membahas masa depan. Hihihi

Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari

Thursday, April 16, 2020

KARYA INOVASI DAN KUALITAS DIRI


Pembelajaran menulis online selanjutnya tetap diadakan dari pukul 19.00 WIB. Narasumber pada pembelajaran ini adalah Bapak Tri Agus Cahyono. Beliau merupakan guru di SDN Belik Tepus Gunungkidul. Beliau menjadi narasumber karena beliau pernah meraih juara dalam lomba inovasi pembelajaran inobel tahun 2019 (disini). 
Untuk lebih lengkapnya mengenai profil Pak Tri bisa klik disini

Pembelajaran pada kesempatan kali ini bertema "Karya Inovasi & Kualitas Diri". Pada awal pembahasan Pak Tri  menjelaskan tentang hakikat karya inovasi. Beliau menjelaskan sebuah karya inovasi adalah puncak dari proses belajar seseorang. Sesuai taksonomi Bloom yg telah direvisi oleh Krathwool, ada 6 tahapan berfikir kognitif.
1. Mengingat (C1)
2. Memahami (C2)
3. Menerapkan (C3)
4. Menganalis (C4)
5. Mengevaluasi (C5)
6. Menciptakan (C6)

Dalam taksonomi tersebut Karya inovasi adalah sebuah tahapan puncak dari proses berfikir. Jadi ketika kita menginginkan sebuah karya inovasi yang baik, maka kita tidak boleh melewati tahapan-tahapan tersebut.

Jangan sampai kita berinovasi tapi:
1. Tidak tahu ilmunya
2. Tidak paham maksudnya
3. Tidak pernah menggunakan
4. Tidak bisa menganalisis bagian2nya
5. Tidak bisa menilai kelebihan dan kekurangannya

Jadi intinya jika anda ingin menciptakan karya inovasi maka anda harus belajar menguasai materi keilmuan dari karya tersebut. Menurut beliau Ketika final lomba Karya Inobel yg dinilai bukan sekedar bagaimana karya tersebut atau karya tulisnya tetapi yg paling penting dan lebih utama adalah bagaimana penciptanya/inovatornya yg akan ditelisik oleh dewan juri melalui presentasi dan tanya-jawab.

CARA MENINGKATKAN KUALITAS DIRI
Pak Tri menjelaskan cara kita belajar untuk meningkatkan kualitas diri dan sekaligus menciptakan sebuah karya inovasi adalah dengan bekerja. Belajar kita lakukan pada saat mengajar. Cara belajar paling baik adalah dengan mengajar.

Ketika kita berC1 sd C5 ada sebuah ketika puasan. Setelah kita belajar, mengingat, memahaminya, menerapkannya, menganalisisnya, kita pasti mengevaluasinya (kekurangan dan kelebihan), disitulah rasa ketidakpuasan akan muncul. Dan daya cipta kita sebagai manusia ( kreativitas) akan muncul.

CARA MEMILIH BIDANG INOVASI
Beliau menjabarkan bagaimana kita memilih bidang yg akan kita buat inovasinya. Kuncinya "APIK" (saya kutip dari Pak Arif Edi). APIK artinya adalh sebagai berikut.
1. Asli (jangan menjiplak)
2. Perlu (benar2 dibutuhkan)
3. Inovativ
4. Konsisten

Beliau  memberikan contoh karya inovasi kami yg mendapatkan penghargaan inobel 2016. Namanya media "Planetarium Bekam". Media ini adalah hasil dari ketidak puasan terhadap media konvensional yg selama ini kami gunakan yaitu globe.  Bertahun-tahun menggunakan globe hasilnya selalu biasa-biasa saja. Anak tidak tertarik/kurang termotivasi dan prestasi belajar kurang memuaskan.

Prestasi kurang lebih disebabkan kurangnya motivasi. Motivasi rendah lebih disebabkan materi bukan pada zona motivasi (jangkauan anak). Zona motivasi anak itu adalah sesuatu yg menantang namun bisa dikerjakan. Jadi jika materi terlalu sulit dan terlalu mudah maka dipastikan anak kurang termotivasi.

Ketika menggunakan globe dalam pembelajaran IPA untuk menerangkan materi pergerakan Bumi & Bulan, anak dipaksa berfikir sangat abstrak. Fungsi media ini adalah mempermudah observasi. Ketika anak memperbandingkan globe yg diperagakan dengan lampu senter dan mengakomodasikan dengan kejadian sebenarnya antara Bumi, matahari, dan bulan sangat sulit.

Disinilah ketidakpuasan terhadap globe muncul. Kita analisis kelebihan dan kekurangan globe dalam menjelaskan materi tersebut. Kelebihannya adalah model yg paling sesuai, ada di sekolah, dan mudah digunakan. Kekurangannya, tidak bisa menampilkan bagaimana kenampakan langit dari bumi saat diperagakan, meskipun anak kelas 6 sudah mampu berfikir abstrak namun kemampuan tersebut masih terbatas, khusus pada gerak semu atau bukan gerak sebenarnya anak sangat kesulitan untuk menerima konsep tersebut. Kelemahan globe tadi adalah tidak bisa menampilkan bagaimana gerak semu matahari

Semisal Gerak semu harian matahari. Kita menyampaikan ke anak bahwa gerak semu harian matahari. Matahari tidak bergerak tetapi yg bergerak adalah bumi. Sehingga menjadi sulit bagi anak. Maka anak akan lemah motivasinya untuk terus belajar. Itu kendala yg harus diselesaikan

Beliau menjabarkan ide yang didapat untuk membuat inovasi itu. Aktifitas beliau dengan kamera sangat tinggi. Hampir setiap kegiatan saya rekam foto dan video. Mereka adalah rekan yang luar biasa, sangat mendukung dan membantu dalam mengikuti kegiatan-kegiatan di luar sekolah.

Ketika kita merekam video dengan kamera action cam misalnya, kita menggunakannya dalam kondisi bergerak. Sedangkan obyek yang kita shot tidak bergerak. Maka ketika kita memutar videonya. Hasilnya benda yang kita shot kelihatan bergerak padahal aslinya tidak bergerak dan kamera merupakan alat optik yang menyerupai kinerja mata. Sehingga beliau mempunyai ide memasang kamera pada globe sebagai pengganti mata kita.

Ketika beliau naik wahana cangkir (komedi putar) di Dufan,  teko kondisi sebenarnya tidak bergerak. Tetapi dalam video bergerak. Itulah yg bisa dimanfaatkan untuk menjelaskan gerak semu. Teko sebagai matahari sedangkan kamera adalah mata yg ada di bumi. Siswa lebih mudah memahami. Untuk lebih jelasnya bisa klik undih disini.


BAGAIMANA SUPAYA DAPAT MENGIKUTI LOMBA?
Pak Tri Agus menjelaskan syarat guru berdedikasi dulu 2016 adalah penunjukan dinas propinsi kabupaten yang diambilkan dari Gupres (sekolah khsusu) peringkat terbaik namun tidak lolos ke propinsi. Kalau 2019 adalah dengan pendaftaran melalui akun kesharlindung Dikdas dan rekomendasi Dikpora propinsi. Jika propinsi ada seleksi silahkan dipersiapkan sama seperti Gupres tetapi lebih kepada dedikasi bukan prestasi.

Pendaftaran inobel adalah melalui seleski karya tulis, maka buat karya tulis secara APIK. Judul yg menarik, segar/baru, berbeda dari yg lain dan tentu saja harus lolos uji smiliarity maksimal 30% turnitine.

Karya tulisnya yg paling bagus adalah karya pengembangan (Research & design). Kalau tidak bisa lebih baik bestpractise. Tidak perlu banyak fungsi tetapi berpengaruh dan mempunyai rentetan keberhasilan dalam menyelesaikan masalah.

Dalam penilaian seleksi inobel pertama adalah seleski:
1. administrasi, karya tulis,
2.workshop,
3. final (display& presentasi)

KUNCI LOLOS LOMBA INOVASI
Adapun kunci inovasi menerut beliau adalah:
1. Menemukan baru
2. Menyempurnakan yang lama
3. Silahkan terapkan APIK tadi menurut kondisi anda sendiri
4. Minimalkan administrasi, lebih ke hal-hal aplikatif dalam mengajar, ingat kita adalah guru, tugas utama kita mengajar, administrasi kebanyaka hanyalah formalitas jadi utamakan administraKsi yg penting-penting saja.

Kunci lolos seleksi pertama harus membuat karya tulis yg layak lolos. Keterbatasan adalah kekuatan jadi gunakan hal tersebut untuk menjadi sebab munculnya lebih banyak ide dan meningkatkan kompetensi guru. Untuk membuat karya tulis yg layak lolos uji smiliarity tipsnya:
1. Sedikit mengutip langsung
2. Gunakan sumber asing terjemahkan sebisanya
3. Jangan membaca buku sumber / KTI oranglain saat menulis

Syarat lolos workshop:
1. Mengikuti kegiatan dengan baik
2. Apa yg diulang2 narasumber lakukan
3. Tetap fokus dan jangan minder dengan karya peserta lain

Syarat menang di final:
1. Berani modal untuk display yg baik
2. Rancangan Pencitraan sikap dalam presentasi
3. Berdoa dan tawakal jangan terlalu senang menikmati jalan-jalan yg disediakan panitia.

Di akhir pembelajaran, Pak Tri Agus bercerita ketika beliau ke sekolah harus melalui 70 km perlajanan. Sehingga waktu yang ditempuh bisa mencapai 1 jam 30 menit. Dalam perjalanan beliau membayangkan hal apa yang bisa membuat siswa aktif dan membuat siswa tidak jenuh dalam pembelajaran.

Semoga kita para guru bisa seperti beliau. Yang selalu mencoba untuk berkarya, memanfaatkan waktu dengan baik, dan selalu termotivasi untuk mengikuti lomba-lomba yang diadakan oleh berbagai pihak.


Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari

Wednesday, April 15, 2020

MENULIS DI MAJALAH SUARA GURU PB PGRI


Narasumber     : Dr. Jejen Musfah
Tema               : Menulis di Majalah Suara Guru PB PGRI

Menulis itu bisa diterbitkan dimana saja. Bisa dimedia social maupun dimedia cetak. Salah satu contoh menulis pada media cetak adalah di Majalah.

Pada pembelajaran ke tiga belas ini, Om Jay mengundang narasumber dari  Pemimpin Redaksi Majalah Suara Guru PB PGRI. Beliau bernama Dr. Jejen Musfah.

Mengawali pembelajaran Pak Jejen menyapa peserta menulis online dengan salam. Setelah itu beliau mulai memaparkan materi tentang Menulis di Majalah Suara Guru PB PGRI. Beliau menyampaikan untuk dapat menulis di majalah bisa berbagai macam. Ada resensi, sastra, destinasi, maupun opini dari penulis.

Opini intinya gagasan penulis atas kebijakan atau fakta pendidikan yang sedang terjadi. Artinya opini tidak akan kehilangan topic. Kebijakan dan fakta pendidikan selalu hadir. Tapi tidak semua berhasil menangkap momentum untuk menanggapi.

Beliau bercerita, majalah PGRI sudah puluhan tahun ada klik disini. Seharusnya guru dapat menulis apa yang ia lakukan didalam pendidikan dan dimuat di majalah PGRI, karena guru adalah seorang praktisi.

Tulisan yang dibuat oleh guru bisa dimuat majalah PGRI berbentuk online dan offline. Majalah offline ini biasanya dicetak 5000 eksmplar, bibagikan ke hampir 34 provinsi dan rubriknya beragam.

Beliau menambahkan, beliau sangat terbuka oleh artikel atau tulisan yang ditulis oleh guru. Karena saat ini beliau masih kekurangan naskah berkualitas. Apabila ingin mengirimkan bisa langsung melalui klik disini. Syaratnya mudah saja hanya dengan menyebutkan status dan mengirimkan foto. Tulisan yang dikirim sudah disediakan editing dan redaktur. Untuk mengirimkannya saja juga free tanpa dipungut biaya.

Artikel yang dikirimkan sesuai rubric yang ditentukan. Selain itu, juga diutamakan di bidang pendidikan dan mengangkat isu-isu yang hangat atau sedang dibicarakan oleh public. Jika ingin mengirimkan opini, maka maksimal 1000 kata. Jika tulisan kita dipilih, maka dalam hitungan jam akan terbit di media online. Tetapi jika dimedia cetak, maka akan diterbitkan dua bulan sekali. Cara melihat tulisan kita dipilih atau tidak, maka bisa dilihat di web atau link yang dikirim oleh tim.

Diakhir pembelajaran, Om Jay mengirimkan sebuah resume yang beliau tulis dari hasil pembelajaran bersama Dr. Jejen Musfah klik disini.

Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari


MENULIS BUKU DALAM SEMINGGU


(Prof Eko Indrajit)

Moderator       : Bambang Purwanto
Narasumber     : Prof. Eko Indrajit
Tema               : Menulis Buku dalam Seminggu

Untuk pembelajaran keduabelas menulis online ini, masih sama dipandu oleh moderator yang sering disapa Mr Bams. Beliau membagi pembelajaran menjadi dua sesi. Untuk sesi pertama 60 menit materi dan sesi kedua 60 menit tanya jawab.

Pada awal pembelajaran, Prof Eko meminta kepada moderator untuk memberikan satu pertanyaan kepada beliau. Mr Bams langsung memberikan sebuah pertanyaan kepada Prof Eko.
“Apa sih sebetulnya yang ingin dibagikan kepada kami?”
Prof Eko menjelaskan, ketika pandemi terjadi, semua harus berkarya dan bekerja dari rumah. Semua harus menjaga stamina tubuh agar tidak turun, sehingga tidak mudah terserang oleh virus ini. Beliau juga bercerita bahwa sejak kecil sudah hobi untuk mengajar. Setelah mengajar merupakan kebutuhannya dan dilakukan setiap hari, beliau saat ini menjadi dosen sekaligus konsultan.

Karena adanya covid-19, beliau tidak bisa lagi mengajar secara langsung tatap muka. Sehingga beliau saat ini mengajar via streaming EKOJI CHANNEL di YouTube. Beliau mengadakan seminar virtual pertama beliau dengan tema DIGITAL MINDSET. Pada saat ini, beliau setiap hari jam 8 pagi saya melakukan seminar 1-2 jam di Youtube Streaming.

Sebagai pengantar, Prof Eko bercerita dalam tiga bulan ada sekitar 100 halaman yang mampu beliau tulis, sehingga buku bisa diterbitkan. Sekarang beliau sudah menulis lebih dari 75 buku yang diterbitkan, dan ratusan artikel. Di era milenium, kebanaykan buku dan tulisan beliau dibagikan secara gratis bisa di situs academia, di situs eko.id, dan lain-lain.

Bagaimana Menulis dalam Waktu Satu Minggu?
Beliau mengakatan bahwa menulis dalam seminggu itu caranya mudah. Kita harus mendisrupsi diri sendiri. Beliau memberi saran untuk membukadan subscribe EKOJI CHANNEL. Setelah itu, kita melihat beberapa presentasi beliau paparkan semenjak tanggal 20 Maret 2020 yang lalu. Kemudian pilih yang menarik perhatian (sesuai yang relatif anda SUKA dan KUASAI).

Kemudian Prof Eko memberikan waktu satu minggu untuk menjawab 6 pertanyaan sederhana mengenai topik yang dibahas, yaitu: 5W1H. Misalnya judulnya DIGITAL MINDSET, maka kita diminta menjawab pertanyaan (dalam bentuk tulisan) sebagai berikut.
  1. APA yang dimaksud dengan digital mindset?
  2. MENGAPA digital mindset dibutuhkan?
  3. SIAPA yang harus berubah mindsetnya?
  4. DIMANA digital mindset harus diterapkan?
  5. KAPAN digital mindset diterapkan?
  6. BAGAIMANA cara menerapkannya.

 Dari pertanyaan tersebut, satu pertsatu dikupas dan ditulis satu hari tulis satu. Berarti hari keenam sudah jadi.

Beliau juga nenambahkan jika setiap menulis selalu tidak harus berpatokan 5W1H. Menggunakan 5W1H adalah untuk penulis awal yang ingin belajar menulis. karena sifatnya deskriptif, tapi sangat filosofis. Setiap isu apapun, secara filsafat, harus bisa dijelaskan dalam 5W1H. Kalau sudah biasa menulis deskriptif, barulah mulai menulis yang sifatnya: eksploratif, komparatif, arguentatif, persuasif, dan lain sebagainya.

Contohnya: kalau isunya COVID-19, saya yakin dengan 5W1H, anda bisa membuat satu buku dalam seminggu. Apalagi ada banyak referensi di internet saat ini. Musuh menulis adalah diri sendiri. motivasi hanya dapat dibangun dari dalam diri sendiri. Oleh karena itu, sering saya katakan, pilihlah sesuatu yang anda SUKAI dan KUASAI. kalau sudah terbiasa dengan 5W1H, lainnya menjadi mudah. itu pengalaman saya.

Bagaimana Menulis Buku Yang Baik?
Menulis adalah cara kita menyampaikan buah pikiran lewat tulisan. Menurut Prof Eko, semua tulisan adalah baik, karena dilakukan dari hati. Beliau menyampaikan tulis saja apa yang ada di kepala kita. Tidak usah takut.

Kualitas menulis itu ditentukan oleh pembacanya. Pembaca itu bermacam-macam. Kualitas menulis ditentukan oleh jam terbang, lama-lama jadi bagus sendiri. Saat ini, tulisan tidak perlu terkoordinir. Masukkan tulisan kita ke internet, maka nanti akan terkoordinir sendiri. Karena dalam dunia maya, berlaku data yang unstructured dibandingkan dengan structured.

Apapun yang ingin kita sharing, silahkan tulis. Satu-satunya yang perlu diperhatikan adalah (menurut Prof Eko), buatlah tulisan yang tidak membuat orang lain sedih karena kita menyampaikan hal-hal yang buruk atau jelek. Menulis hal-hal yang buruk bisa mendatangkan energi negative yang justru akan mengganggu kehidupan masa kini dan mendatang.

Diakhir pembelajaran, beliau berpesan jika kita akan membuat buku, bingung, maka bisa menghubungi Prof Eko Indrajit. Beliau bercerita jika menerbitkan buku sekarang tidak seperti dulu. Dulu kita yang butuh penerbit. sekarang penerbit yang butuh kita, karena saingan mereka adalah internet.

“Buatlah buku, tawarkan ke semua pemerbit. kalau ndak ada yang mau, saya yang terbitkan. syarat terbit di tempat saya sederhana. semua tulisan anda masukan ke cek plagiarisme. Sejauh 80 persen orisinal, langsung saya... ciao.... salam sehat untuk semuanya.”


Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari

Tuesday, April 14, 2020

KUNCI SUKSES JADI GUPRES


Moderator       : Om Bams
Narasumber     : Encon Rahman
Tema               : Kunci Sukses Jadi GuPres

Menjadi guru merupakan salah satu cita-cita yang diingikan masyarakat pada umumnya. Namun, untuk menjadi guru berrestasi itu adalah pilihan dari seorang guru. Jika hanya menjadi guru yang biasa saja itu lumrah, namun kita kita menjadi guru yang luar biasa itu adalah salah satu nilai positif bagi kita.

Berbicara soal guru berprestasi, pertemuan ke duabelas pada pembelajaran menulis online ini diisi oleh Bapak Haji Encon Rahman. Beliau merupakan seorang guru berprestasi dan juga motivator dari Majalengka Jawa Barat. Tema yang dibawakan beliau pada kesempatan ini adalah KUNCI SUKSES JADI GUPRES.

Pembelajaran dimulai pukul 19.00 WIB melalui Whatshapp. Beliau membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. Setelah itu, beliau langsung menyampaikan materi tentang pengalaman beliau ketika mengikuti gupres dan membagi trik supaya menjadi gupres tingkat nasional bahkan sampai internasional.

Apa GuPres itu?
GuPres merupakan singkatan dari Guru Berprestasi. Guru berprestasi ini bisa sampai tingkat internasional. Guru berprestasi bukan hanya ada di Indonesia tetapi lomba ini juga diterapkan di negara-negara lain termasuk di Asia tenggara. Itulah sebabnya pemerintah setiap tahun selalu mengadakan lomba gupres. Lomba gupres termasuk ajang berprestasi dan bergengsi bagi seorang guru.

Mengapa Harus Guru?
Penilaian gupres lebih komprehensif dan menyeluruh dari berbagai factor. Sebagaimana kita ketahui di dalam undang-undang nomor 14 tahun 2005 jabatan guru itu adalah profesi. Seorang guru harus memiliki jabatan profesional di mana jabatan ini mencakup 7 M. Adapun yang dimaksud dengan 7 M adalah:

  1. Mendidik
  2. Membimbing
  3. Mengarahkan kan
  4. Melatih
  5. Menilai
  6. Mengajar
  7. Mengevaluasi
Apabila guru tidak memiliki ranah 7M ini maka akan menjadi pertanyaan besar karena guru adalah seorang professional. Pada sisi lain pemerintah selalu mengadakan lomba gupres baik dari tingkat jenjang satuan pendidikan TK, SD, SMP, SMA diantaranya memiliki tujuan.
  1. Mengangkat guru sebagai profesi terhormat mulia bermartabat dan terlindungi
  2. Meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru dalam pelaksanaan tugas profesionalnya
  3. Meningkatkan persaingan yang sehat selalu pemberian penghargaan di bidang pendidikan
  4. Membangun komitmen mutu guru dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran menuju standar nasional pendidikan.

Dengan mengacu kepada  tujuan pemilihan gupres di atas maka kegiatan ini rutinitas diselenggarakan setiap tahunnya.

Bagaimana Pengalaman Pak Encon Rahman?
Beliau merupakan salah satu peserta menjadi gupres tingkat nasional juara 1 tahun 2016 dan  terpilih mewakili bangsa Indonesia. Untuk tampil di ajang internasional, beliau sebagai  guru terbaik Indonesia pada tahun 2017 dari negara Thailand, yakni penghargaan princess maha chakri awards (PMCA).

Bagaimana Cara Menjadi GuPres?
Untuk menjadi gupres tidak mudah dan juga  tidak mustahil. Kenapa dikatakan demikian? Sebagaimana sampaikan di awal pembicaraan menjadi gupres merupakan ajang prestasi dan prestise tertinggi bagi karir seorang guru.

Jika dalam lomba lomba sejenis yang diadakan oleh  Kemendikbud seperti inobel, lkg, ogn, dan sejenisnya itu baru bagian terkecil dari komponen gupres. Berdasarkan kondisi itu, bagi rekan rekan guru yang tertarik akan mengikuti ajang lomba gupres harus dipersiapkan sejak dini

Persiapan Pak Encon Rahman Menjadi Juara Nasional
Pak Encon Rahman pada kesempatan itu membongkar rahasianya kenapa saya menjadi juara gupres dan menjadi guru inter nasional mewakili Indonesia tahun 2017.  Berikut ini adalah video penghargaan dari PMCA ketika beliau menjadi penerima guru internasional di Thailand klik disini.

Pak Encon mengakhiri pembelajaran pada pukul 21.00 dengan memberikan kunci rahasia sukses menjadi gupres. Adapun rahasia sukses menjadi gupres menurut beliau hanya dua saja.
Satu memiliki amalan batiniah
Kedua memiliki amalan lahiriyah.


Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari

Monday, April 13, 2020

RUTHOB RAYAN


Kurma merupakan salah satu makanan khas yang berada di arab. Kurma memiliki jenis dan rasa yang berbeda-beda. Harganya pun juga berbeda disetiap jenisnya.

Sore ini aku teringat ada tugas menulis tentang kurma dari Om Jay. Kurma yang dikirim Om Jay adalah kurma dengan nama kurma ruthop rayan.

Berbicara kurma ruthop, bulan lalu Bapak saya pergi umroh selama 2 minggu. Sepulang dari umroh, pasti lah bapak membawa buah tangan. Salah satunya adalah kurma ruthop ini.

Kurma ruthop ini dipesan oleh saudara bapak yang sudah lama menikah namun belum diberi keturunan. Kata orang-orang, kurma jenis ini bisa untuk menyuburkan dan menjadikan wanita hamil. Semoga dengan ini saudara bapak juga bisa segera dikaruniai seorang anak. Aamiin

Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari

MELURUSKAN NIAT MENERBITKAN BUKU


(Wijaya Kusumah)

Pembelajaran ke sepuluh ini ada sedikit berbeda. Om Jay menyebutnya dengan kuliah umum. Pembelajaran dilakukan melalui youtube. Untuk pemateri pertemuan kesepuuh ini adalah Bapak Wijaya Kusumah atau akrab dipanggil Om Jay. Beliau adalah Founder belajar Menulis di WA Group PGRI.

Om Jay merupakan salah satu narasumber yang luar biasa. Beliau selalu memotivasi pesertanya untuk selalu menulis hingga menciptakan sebuah buku. Selain itu, Om Jay juga selalu memberikan tantangan-tantangan menulis yang membuat kreatifitas menulis selalu muncul.

Kali ini materi yang disampaikan oleh Om Jay adalah MELURUSKAN NIAT MENERBITKAN BUKU. Pembelajaran berlangsung selama dua jam. Saat awal pembelajaran, Om Jay meminta peserta untuk menyimak materi beliau di link disini.

Setelah selang sekitar satu jam, Om Jay menyampaikan bahwa peserta menulis online ini harus bisa meluruskan niat dari sekarang untuk mulai menulis dan menerbitkan buku. Semua peserta wajib menyelesaikan bukunya di akhir pertemuan kuliah online dan sudah mulai fokus untuk mencicil sedikit demi sedikit.

Om Jay juga menyampaikan menulis harus mampu mengembangkan kreativitas dan imajinasi. Oleh karena itu, saat menulis usahakan jangan copy paste tulisan orang lain. Sehingga apapun yang kita tuliskan menghasilkan informasi baru bagi pembaca.

Om Jay menargetkan buku yang harus dibuat berjumlah dua buah setiap peserta. Pertama buku hasil resume kuliah online dari narsumber dan kedua buku bebas dari apa yang disukai atau kuasai.

Untuk daftar pustaka hasil resume, cara mencantumkannya adalah membaca buku-buku dari para nara sumber. Selain itu, tulisan dari antar peserta yang bagus dan keren di blog bisa dijadikan daftar pustaka. Itulah mengapa Om Jay mengajak untuk saling berkunjung dan berkomentar ke blog peserta lainnya. Blog walking itu penting agar kita menemukan gaya menulis diri sendiri. Sebab setiap orang punya gaya menulis yang berbeda beda.

Beliau juga menyampaikan bahwa buku yang ditulis peserta akan bagus, bila dibagikan kepada guru guru yang belum sempat mengikuti program belajar menulis gratis dari PGRI. Selain itu, hasil tulisan yang telah di posting di blog atau internet juga akan menambah ilmu bagi penulis dan pembaca.

“Sebaik baik manusia adalah yang mau belajar dan mengajarkannya.”

 Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari

Sunday, April 12, 2020

PERTAMA DAN TERAKHIR


Jengkol merupakan salah satu makanan yang banyak digemari oleh masyarakat. Dari baunya yang khas dan rasanya yang lezat yang membuat banyak orang tertarik padanya. Namun, ada juga masyarakat yang tidak suka dengan jengkol.

Aku pertama kali makan jengkol berumur 20 tahun. Ketika itu aku diajak ibuku kepasar. Disana banyak orang yang menjual jajanan pasar. Salah satu olahan yang dijual adalah semur jengkol. Aku membeli sebungkus jengkol itu.

Sampai dirumah langsung kuambil sebuah jengkol yang didalam plastik. Setelah kugigit ternyata rasanya aneh. Mungkin akuu salah satu orang yang tidak menyukai jengkol. Sebenarnya enak sih makan jengkol, tapi gimana gitu setelah memakannya. Selain rasanya aku tidak suka ketika kencing pasti bau.

Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari

KENALAN YANG BERKESAN



Bersyukur banget aku bisa ikut kelas online menulis yang diadakan oleh Om Jay. Banyak banget manfaatnya. Dari mengikuti belajar menulis ini, aku jadi suka menulis setiap hari. Ya entah benar atau salah yang penting aku tetap menulis disetiap harinya.

Di grup ini aku juga memiliki banyak teman baru. Cara kami berkenalan biasanya saling mengunjungi alamat blog yang dibuat untuk latihan menulis. Tapi ada cerita menarik dari kenalanku dengan salah seorang peserta menulis online juga.

Namanya Bu Ditta Widya Utami. Beliau adalah guru di salah satu smp yang ada di jawa barat. Saya kenal bu ditta karena saat itu saya mengira ketinggalan pembelajaran, setelah saya menghubungi beliau ternyata beliau juga bingung sudah pembelajaran delapan atau sembilan. Semenjak itulah saya sering chatting dengan beliau.

Saya dari awal tertarik ketika membaca profil di blog Bu Ditta. Menarik sekali tulisan beliau di blog. Blog beliau bisa dikunjungi di link berikut (https://dittawidyautami.blogspot.com).

Bu ditta ternyata sudah gemar menulis sejak lama. Beliau bercerita, sejak SD sudah suka menulis. Beliau juga sudah memiliki blog dari kuliah hingga saat ini.

Setelah saya curhat tentang menulis, beliau memberi saran sebenarnya mudah saja kita bisa menulis. Asalkan kita mau dan mampu. Jika kita sering membaca dan menulis, suatu saat kita pasti akan menciptakan buku.


Bu ditta juga sudah pernah menulis sebuah buku yang berjudul Lelaki di Padang Tebu. Tidak hanya itu, beliau tahun ini juga menulis buku lagi.

Wah keren deh. Inspirasi banget ikut menulis online seperti ini. Disamping berlatih juga bisa mengisi waktu luang ketika WFH.


Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari


Saturday, April 11, 2020

TERIMAKASIH OM JAY


Waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB. Perutku sudah keroncongan karena dari pagi aku belum makan. Saat aku mau mengambil nasi, ternyata nasinya belum matang karena listrik padam dari pagi. 

"Udah laper, mau makan nasi belum mateng. Huuuhhhh Gini amat ya nasibku." Gerutuku dalam hati. 

Karena sebel langsung lah aku ke kamar dan buka hp. Setalah kubuka ternyata ada banyak chat di grup belajar menulis online. Kubukalah chat grup itu. Ternyata Om Jay mengirimkan sebuah foto mie ayam bakso. Dan kami diminta menuliskan cerita tentang makanan itu.

Setelah ku lihat-lihat foto dari Om Jay, tanpa berfikir panjang langsung ku ambil kunci motor dan uang yang ada di meja. Langsunglah kubeli mie ayam bakso seperti punya Om Jay. Terimakasih Om Jay karena membuat inspirasi makanku siang ini. 

Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari

ROBANNA


Sore ini Om Jay meminta kami, peserta belajar menulis online untuk menuliskan tentang pisang coklat robanna. 
Dari foto yang dikirim Om Jay, aku jadi teringat pernah dibelikan Mba Ani, saudaraku yang berada di Semarang. 
Robanna merupakan singkatan dari rowosari banana. Kenapa rowosari? Karena kata Mba Ani makanan ini adalah salah satu makanan khas dari Dusun Krasak, Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah. 
Jangan ditanya lagi untuk rasa dari olahan pisang yang satu ini. Rasanya pas untuk dilidah. Ada berbagai macam rasa. Ada coklat, keju, tiramisu, dan delapan rasa lainnya. 
Ada juga cerita kocak tentang rabanna ini. Saat Mba Ani telpon menawarkan mau dibelikan apa saat pulang, aku menjawab makanan aja mba kan aku suka makan. 
"Dik, tak belikan rabanna aja ya." Kata Mba Ani di telepon. 
"Hah apa mba? Rebana? Masak aku suruh makan rebana." Jawabku. 
Tut tut tut.... Ternyata habis pulsaku.
Saat itu, aku penasaran masak rebana bisa dimakan. Tapi rasa penasaranku ini hilang setelah Mba Ani pulang dan membawa buah tangan Rabanna yang membuatku tak berhenti memakannya.

Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari

MENCOBA TUGAS PAK IMAM



Waktu menunjukkan pukul 13.25 WIB. Terik matahari begitu panas membuatku malas untuk keluar rumah. 

Tapi aku teringat akan tugas dari Pak Imam yang memberikan PR ketika mengisi pembelajaran online bersama Om Jay.

Kubuat segelas teh untuk menemaniku mengerjakan tugas itu. Aku duduk di teras dan membuka laptop. 

Ternyata PR nya kami seluruh peserta diminta membuat pargaraf. Yang pertama tugasnya diminta membuat ide pokok yang telah ditentukan gagasan pendukungnya. 

TUGAS 1

Adanya Covid 19 menjadikan seluruh warga dunia, khususnya Indonesia menjalankan program lockdown atau bahasa kerennya dirumahaja. Tetap di rumah saja dinilai sebagai salah satu cara yang paling efektif. Menggunakan masker ketika terpaksa harus bepergian dan selalu menjaga jarak dengan orang lain merupakan cara lainnya. Senantiasa jaga stamina dengan istirahat yang cukup juga dapat dilakukan untuk menjaga imun tetap baik sehingga tidak rentan tertular.

Oke tugas pertama sudah, sambil minum teh nih lanjut ku kerjakan PR kedua. Untuk yang ke dua ini, peserta diminta untuk membuat paragraf yang telah ditentukan ide pokoknya. Tugasnya seperti berikut.

TUGAS 2
Pendemi koronavirus mengubah pola orang dalam bersosialiasi, bekerja, dan belajar di Indonesia. Dalam bersosialisasi, semua warga diminta untuk jaga jarak dan diminta tidak mudik terlebih dahulu. Selain itu, karena coronavirus ini, banyak warga yang kehilangan pekerjaanya karena ada sistem PHK dari perusahaan. Sekolah-sekolah pun juga menerapkan pembelajaran daring.

Yah tugas terakhir nih. Tugas ketiga kami diminta untuk membuat paragraf. Tugasnya kami diminta membuat satu paragraf dengan tema bebas. Kalimat topik harus memiliki ide pengontrol. Paragraf memiliki setidaknya 3 kalimat penjelas yang mendukung atau menjelaskan lebih lanjut ide pengontrol.

TUGAS 3
Dampak yang timbul dari covid 19 ternyata tidak hanya dampak negatif. Banyak hal positif yang dapat kita ambil dari adanya visrus ini. Salah satunya kita harus hidup bersih, baik dari diri kita, keluarga, maupun lingkungan. Tidak hanya utu, kita juga bisa berkumpul dan belajar bersama anggota keluarga. 

Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari

Friday, April 10, 2020

DASAR-DASAR MENULIS




Materi belajar menulis online ke sembilan ini seperti pertemuan sebelumnya. Materi di sampaikan oleh narasumber Bapak Imam Fitri Rahmadi. Sebelum narasumber menyampaikan materi, Om Jay mengenalkan moderator yang akan memandu jalannya diskusi pada pembelajaran malam ini. Moderator tersebut adalah Bapak Bambang Purwanto atau sering disapa Om Bams.

Bapak Imam Fitri Rahmadi merupakan dosen Universitas Pamulang yang sekarang sedang kuliah S3 di Johannes Kepler Universität Linz Austria (2019-sekarang). Beliau pernah menulis 2 buku yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Beliau juga mengelola jurnal, menjadi reviewer jurnal kampus lain, dan banyak mengikuti pelatihan penulisan akademik bahasa Inggris untuk keperluan persiapan studi lanjut ke luar negeri.

Pembelajaran dimulai pukul 19.00 WIB melalui Whatshapp grup. Pak Imam membuka pembelajaran dengan menyapa peserta yang ada di grup dengan mengucapkan “Selamat malam waktu Indonesia dan selamat siang Waktu Austria Bapak dan Ibu peserta menulis.”

Setelah menyapa, beliau meminta peserta untuk membaca dan memahaminya materinya di blog beliau (https://tigabelase.wordpress.com) selama 30 menit. Materi beliau yang disampaikan pada alamat blog tersebut adalah TEORI DASAR MENULIS, Meliputi: Pemilihan Kata, Penulisan Kalimat, Dan Penyusunan Paragraf.

A.    Pemilihan Kata
Pemilihan kata bias disebut dengan diksi. Antara penulisan personal, formal, dan akademik, diksi yang digunakan bisa sangat berbeda meskipun dimaksudkan untuk mengungkapkan hal yang sama. Cermati tiga kalimat di bawah ini:
  1. Ibu guru sedang ngobrol-ngobrol dengan kepala sekolah
  2. Ibu guru sedang berbincang-bincang dengan kepala sekolah
  3. Ibu guru sedang berdiskusi dengan kepala sekolah

Berbeda satu kata saja dapat merubah rasa dari kalimat.

B.     Penulisan Kalimat
Kalimat terdiri dari kalimat sederhana (simple sentence), kalimat gabungan (compound sentence), kalimat kompleks (complex sentence), dan kalimat campuran.

Contoh Kalimat Sederhana:
Saya membaca tulisan di blog

Contoh Kalimat Gabungan:
Saya membaca tulisan di blog untuk menambah pengetahuan saya tentang cara menulis kalimat.

Contoh Kalimat Kompleks:
Saya membaca tulisan di blog ketika sedang bekerja dari rumah.

Contoh Kalimat Campuran:
Saya membaca tulisan di blog untuk menambah pengetahuan saya tentang cara menulis kalimat ketika sedang bekerja dari rumah.

Beliau juga menambahkan, untuk penulisan kalimat gabungan dibuat dengan menambahkan salah satu kata dari singkatan FANBOYS: for (untuk), and (dan), nor (maupun), but (tetapi), or (atau), yet (namun), so (sehingga). Sedangkan kalimat kompleks dirangkai dengan menambahkan kata seperti when (ketika), after (setelah), because (karena), since (sejak), although (meskipun), while (sementara), dan lainnya.

C.    Penyusunan Paragraf
Paragraf adalah kumpulan kalimat yang mempunyai satu kalimat topik (topic sentence) sebagai ide pokok atau gagasan utama (main idea) dan beberapa kalimat penjelas (supporting sentences) sebagai detail yang menjelaskan ide pokok. Supaya enak dibaca dan tulisan mudah dipahami, susun menjadi paragraf deduktif. Paragraf deduktif adalah sebuah paragraph yang kalimat utamanya di depan atau diawal paragraph.

Gunakan bentuk kalimat sederhana untuk membuat kalimat topik. Cara gampang untuk membuat kalimat topik, adalah pastikan anda meletakkan ide pengontrol atau controlling idea pada setiap kalimat topik. Bentuk kalimat penjelas harus bervariasi, terdiri dari kalimat gabungan dan kompleks, serta dilengkapi dengan konjungsi sebagai transisi antar kalimat supaya paragraf mengalir dengan baik, enak dibaca, dan mudah dipahami.

Bagaimana Menyusun Paragraf yang Baik?
Pahami kembali struktur paragraf. Setelah paham struktur paragraph, maka kemudian dilihat dari segi kalimat penjelasnya. Praktik menulis paragraf yang tepat, sekiranya begini. Selalu tanyakan "what/why" apa atau kenapa dari kalimat topik. Jika kalimat topik membutuhkan detail apa, maka jelaskan apanya. Jika kalimat topik butuh detail kenapa, maka jelaskan kenapanya. Satu lagi, jika apa dan kenapa tidak berfungsi, saatnya berpikir alternatif dengan kata "jika". Yang ini agak susah dijawab dengan tulisan. Namun, beberapa paragraf dalam tulisan materi saya ada juga yang menggunakan alternatif kata "jika".

Beliau juga menjelaskan jika dari pemilihan kata, kalimat, hingga paragraph yang kita buat akan baik, maka sebaiknya kita harus banyak-banyak membaca. Harus memperbanyak input sebelum outputnya ditulis.

Sebaiknya dalam sebuah tulisan ada pendahuluannya. Penulis mencantumkan thesis statement alias pendapat penulis dulu. Pendapat penulis mengandung beberapa kalimat topik. Nah, kalimat topik itu nanti yang akan ditaruh satu per satu di setiap paragraf. Sehingga satu artikel atau tulisan kita bisa nyambung semuanya.

Selain pendahuluan, kita juga harus bisa memadukan konjungsi. Konjungsi adalah kata hubung, contohnya namun, padahal, dan lain sebagainya. Konjungsi bias diletakkan dalam sebuah kalimat, atau paragraph. Konjungsi antar kalimat dipilih berdasarkan jenis kalimatnya. Sedangkan, konjungsi antar paragraf dikontrol dengan kalimat topiknya.

 Beliau juga menjelaskan cara menulis ketika menggunakan bahasa local. Cara penulisannya, bahasa lokal dituliskan dengan huruf miring. Kemudian dikasih penjelasan apa yang dimaksud dari istilah lokal yang digunakan tersebut. Apabila sudah ditulis miring sebetulnya dalam kaidah penulisan bahasa indonesia semua orang sudah paham kalau itu istilah di luar bahasa indonesia.

Bahasa yang digunakan dalam menulis pun bebas. Tergantung target pembaca kita siapa. Artinya, pemilihan kata diksi tergantung target pembaca. Dalam konteks buku pelajaran sebaiknya gunakan diksi yang formal saja. Siswa akan bingung jika diksi terlalu akademik. Beda misalkan membuat buku teks untuk anak kuliah atau kalangan akademisi, dimana ini sudah masuk ke penulisan akademik, gunakan diksi akademik.

Pada akhir pembelajaran, Pak Imam menyampaikan tips dan trik supaya tulisan kita menarik.
Perbanyak input: membaca
Berlatih: mencoba sedikit demi sedikit beberapa dasar menulis yang sudah kita pelajari
Menulis: rajin menulis dan terus menulis

 Arifiani Kurniasih
SDN Mentel I Tanjungsari